Surabaya (Beritajatim.id) – Malam Nisfu Sya’ban selalu menempati ruang istimewa dalam sanubari umat Islam di Indonesia. Dikenal sebagai “malam pembebasan,” momen yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban ini bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan sarana introspeksi spiritual sebelum memasuki gerbang suci Ramadan.
Secara harfiah, Nisfu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban. Dalam tradisi Islam, malam ini dipercaya sebagai waktu di mana catatan amal manusia selama setahun dilaporkan dan nasib untuk tahun mendatang ditetapkan. Oleh karena itu, memperbanyak ibadah menjadi anjuran utama.
Tradisi Pembacaan Surat Yasin Tiga Kali
Salah satu fenomena religi yang melekat kuat di masyarakat Nusantara adalah tradisi membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali secara berjamaah setelah salat Maghrib. Amalan ini bukan tanpa makna. Setiap bacaan disertai dengan niat yang mendalam:
- Bacaan Pertama: Memohon panjang umur yang barokah dalam ketaatan kepada Allah SWT.
- Bacaan Kedua: Memohon perlindungan dari segala mara bahaya serta meminta rezeki yang halal dan cukup.
- Bacaan Ketiga: Memohon keteguhan iman dan akhir hidup yang baik (husnul khatimah).
Kekuatan Doa: Dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani hingga Perukunan Melayu
Selain pembacaan Al-Qur’an, umat Islam lazim memanjatkan doa-doa khusus. Salah satu yang paling populer adalah doa versi Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani yang bersumber dari kitab Ghunyah ath-Thalibin. Doa ini menitikberatkan pada penyerahan diri total dan permohonan kesehatan serta ketakwaan.
Di sisi lain, masyarakat juga akrab dengan doa Nisfu Sya’ban versi Kitab Perukunan Melayu. Inti dari doa ini adalah permohonan agar Allah SWT menghapus catatan buruk di Lauh Mahfuzh dan menggantinya dengan keberkahan serta kelapangan hidup.
Momentum Introspeksi Diri
Lebih dari sekadar ritual tahunan, malam Nisfu Sya’ban adalah “alarm” spiritual. Ini adalah waktu terbaik untuk mengevaluasi diri, memohon ampun atas kekhilafan, dan menata kembali niat hidup. Dengan hati yang bersih di malam Nisfu Sya’ban, seorang Muslim diharapkan lebih siap dan ringan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh.


as a preferred source on Google




