Jakarta (beritajatim.id) – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film aksi-dramatis yang sarat emosi, intrik, dan konflik berdarah. Jangan Seperti Bapak (2026), film produksi Jayashree Movie Production bersama Amazing Grace Production ini menyoroti perjalanan kelam seorang perempuan muda bernama Angel yang hidupnya berubah drastis dalam satu malam.
Kisah bermula pada ulang tahun Angel yang ke-20. Momen yang seharusnya menjadi perayaan justru berakhir tragis ketika sang ayah, Pablo, ditemukan tewas dibunuh secara sadis dan penuh misteri. Kehilangan tersebut menjadi titik awal Angel terseret ke pusaran dunia kriminal yang selama ini tersembunyi dari kehidupannya.
Angel, yang diperankan Zee Asadel, dibesarkan di lingkungan kelompok geng Red Dragon. Kelompok ini dipimpin oleh Vincent dan diisi oleh figur-figur yang selama ini sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Kehadiran Sisca, Chandra, dan Hans menjadi penopang emosional Angel saat ia berusaha mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan ayahnya.
Upaya pencarian kebenaran tersebut justru membawa Angel masuk ke konflik berkepanjangan antara dua kelompok gangster yang telah lama bermusuhan, yakni Red Dragon dan South Wild. Geng South Wild dipimpin oleh Bara, dengan Martin dan Boy sebagai orang-orang kepercayaannya. Situasi semakin rumit ketika terungkap bahwa Boy merupakan mantan kekasih Angel, membuat konflik personal dan kriminal saling bertaut erat.
Seiring perjalanan cerita, Angel dihadapkan pada realitas pahit tentang masa lalu keluarganya. Rahasia kelam yang selama ini tersembunyi perlahan terkuak, mengguncang keyakinannya tentang siapa yang bisa dipercaya dan apa arti keadilan sebenarnya. Nuansa pengkhianatan, dendam, dan dilema moral menjadi benang merah yang kuat dalam film ini.
Film Jangan Seperti Bapak (2026) disutradarai oleh Daniel Tito Pakpahan, yang juga bertindak sebagai salah satu produser bersama Nico Rosto. Sementara skenario ditulis oleh Selly Mia Rani, yang meramu cerita penuh konflik emosional dengan balutan aksi intens.
Deretan pemeran pendukung turut memperkuat film ini, antara lain Verdi Solaiman, Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Hendric Shinigami, Irwan Chandra, Patty Sandya, Freya Mikhayla, Damara Finch, Mongol Stres, hingga Justinus Lhaksana. Kombinasi aktor lintas generasi ini menghadirkan dinamika karakter yang berlapis dan kuat.
Dengan tema balas dendam, konflik dua geng besar, serta pengungkapan rahasia masa lalu, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang intens dan relevan bagi penikmat film aksi-drama Indonesia. Cerita yang emosional dan penuh kejutan membuat film ini berpotensi menarik perhatian publik luas serta menjadi salah satu tontonan yang diperbincangkan. (aga)


as a preferred source on Google



