Surabaya (beritajatim.id) – Ikan goreng menjadi salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia karena mudah dipadukan dengan berbagai hidangan, mulai dari sambal, lalapan, hingga sayur bening. Meski terlihat sederhana, banyak orang masih mengalami masalah saat menggoreng ikan, seperti hasil yang terlalu berminyak, kulit lembek, hingga daging yang menyerap banyak minyak.
Padahal, hasil ikan goreng yang renyah tidak hanya ditentukan oleh jenis minyak goreng, tetapi juga teknik persiapan sebelum memasak hingga cara meniriskannya setelah matang. Dengan teknik yang tepat, ikan bisa memiliki tekstur garing di bagian luar, lembut di bagian dalam, serta tidak terasa berminyak saat disantap.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan di rumah.
1. Pastikan Permukaan Ikan Benar-Benar Kering
Sebelum digoreng, pastikan seluruh permukaan ikan sudah bebas dari air. Air yang masih menempel akan menurunkan suhu minyak ketika ikan dimasukkan ke dalam wajan sehingga membuat ikan lebih banyak menyerap minyak.
Setelah dicuci atau dimarinasi, keringkan ikan menggunakan tisu dapur hingga permukaannya benar-benar kering.
2. Diamkan Ikan Setelah Dibumbui
Jangan langsung menggoreng ikan setelah diberi bumbu.
Diamkan sekitar 10–15 menit agar bumbu lebih meresap sekaligus membantu mengurangi kadar air pada permukaan ikan. Bila masih terlihat lembap, keringkan kembali sebelum masuk ke dalam minyak panas.
3. Baluri dengan Tepung Tipis
Lapisan tipis tepung maizena, tepung beras, atau tepung terigu dapat membantu membentuk lapisan renyah yang menghambat minyak masuk ke dalam daging ikan.
Gunakan secukupnya agar rasa asli ikan tetap terasa dan teksturnya tidak menjadi keras.
4. Gunakan Minyak yang Sudah Panas
Salah satu penyebab utama ikan menjadi berminyak adalah minyak yang belum mencapai suhu ideal.
Suhu sekitar 170–180 derajat Celsius menjadi kisaran terbaik untuk menggoreng ikan. Jika tidak memiliki termometer, masukkan sedikit tepung ke dalam minyak. Bila langsung berbuih dan mengapung, minyak sudah siap digunakan.
5. Pakai Minyak dalam Jumlah yang Cukup
Minyak yang terlalu sedikit membuat panas tidak merata sehingga ikan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Akibatnya, ikan justru menyerap lebih banyak minyak. Sebaiknya gunakan minyak hingga sebagian besar badan ikan terendam.
6. Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus
Mengisi wajan dengan terlalu banyak ikan sekaligus akan menurunkan suhu minyak secara drastis.
Goreng ikan secara bertahap agar suhu tetap stabil dan hasil gorengan lebih renyah.
7. Gunakan Api Sedang hingga Sedang Besar
Api yang terlalu kecil membuat proses memasak berlangsung lebih lama sehingga ikan menyerap lebih banyak minyak.
Sebaliknya, api yang terlalu besar berisiko membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna. Gunakan api sedang menuju sedang besar agar hasilnya lebih optimal.
8. Hindari Terlalu Sering Membalik Ikan
Biarkan satu sisi ikan matang hingga berwarna kecokelatan sebelum dibalik.
Idealnya ikan cukup dibalik satu kali agar lapisan luarnya tetap utuh dan tidak mudah menyerap minyak.
9. Gunakan Minyak yang Bersih
Minyak yang telah digunakan berulang kali biasanya lebih cepat berbusa, menghitam, dan menurunkan kualitas hasil gorengan.
Jika masih ingin menggunakan minyak bekas, pastikan telah disaring dari sisa-sisa remah makanan yang dapat mempercepat proses pembakaran.
10. Tiriskan Menggunakan Rak Kawat
Setelah matang, tiriskan ikan di atas rak kawat atau saringan.
Cara ini membuat minyak berlebih menetes sempurna sehingga ikan tidak kembali menyerap minyak dari bagian bawah seperti ketika langsung diletakkan di atas piring.
11. Jangan Langsung Menutup Ikan
Menutup ikan yang masih panas membuat uap air terperangkap di dalam wadah.
Akibatnya, kulit ikan yang semula renyah berubah lembek karena terkena embun dari uap panas tersebut. Diamkan beberapa menit dalam kondisi terbuka sebelum disajikan.
12. Hindari Kesalahan yang Sering Terjadi
Selain menerapkan teknik yang benar, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Menggoreng saat minyak belum panas.
- Memasukkan ikan yang masih basah.
- Mengisi wajan terlalu penuh.
- Menggunakan api terlalu kecil.
- Memakai minyak yang sudah sangat kotor atau dipakai berkali-kali.
- Terlalu sering membalik ikan selama proses memasak.
Secara umum, ikan akan menyerap lebih banyak minyak ketika suhu minyak terlalu rendah atau permukaannya masih mengandung banyak air. Saat proses penggorengan berlangsung lambat, pori-pori pada permukaan ikan belum sempat membentuk lapisan renyah sehingga minyak lebih mudah masuk ke dalam daging.
Sebaliknya, minyak yang cukup panas akan segera membentuk lapisan luar yang garing sehingga minyak tidak banyak meresap ke dalam.
Karena itu, kombinasi antara ikan yang kering, minyak dengan suhu ideal, dan teknik menggoreng yang tepat menjadi kunci utama menghasilkan ikan goreng yang renyah, matang merata, serta tidak terasa berminyak saat disantap.
Dengan menerapkan tips-tips sederhana tersebut, hasil ikan goreng di rumah tidak hanya lebih lezat, tetapi juga memiliki tekstur yang tetap garing lebih lama sehingga cocok disajikan sebagai lauk sehari-hari maupun menu spesial keluarga. (aga)


as a preferred source on Google




