Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka Program Beasiswa Sarjana Talenta Berprestasi (Pro Bestari) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi warganya. Untuk memastikan informasi program menjangkau lebih banyak calon penerima manfaat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turun langsung melakukan sosialisasi di tiga kelurahan, yakni Surodinawan, Mentikan, dan Meri, Senin (20/7/2026).
Langkah sosialisasi secara tatap muka tersebut menjadi strategi jemput bola yang dilakukan pemerintah daerah agar masyarakat, khususnya mahasiswa dan calon mahasiswa asal Kota Mojokerto, tidak melewatkan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan. Selama ini, informasi mengenai program beasiswa telah disampaikan melalui surat resmi kepada berbagai pihak serta media sosial pemerintah daerah dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan bahwa Program Pro Bestari merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Mojokerto yang telah berjalan selama enam tahun. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana.
Menurut Ning Ita, meskipun pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan perguruan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan masyarakat tetap menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah melalui upaya mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan. Karena itu, Pemkot Mojokerto terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Mojokerto mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar melalui Dispora untuk mendukung pelaksanaan Program Pro Bestari. Mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3,6 juta setiap semester selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ning Ita menjelaskan bahwa bantuan tersebut dirancang untuk membantu meringankan beban biaya hidup mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Menurutnya, persoalan yang kerap dihadapi keluarga bukan hanya biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan hidup sehari-hari mahasiswa ketika menempuh studi di perguruan tinggi. Melalui program ini, pemerintah berharap mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Pendaftaran Beasiswa Pro Bestari Tahun 2026 dijadwalkan mulai dibuka pada 1 Agustus 2026. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, hingga mekanisme pendaftaran melalui kanal media sosial resmi Dispora Kota Mojokerto maupun Pemerintah Kota Mojokerto.
Selain Program Pro Bestari, Pemerintah Kota Mojokerto juga terus memperluas dukungan terhadap pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mojokerto. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Satu Rumah Satu Sarjana yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan telah berjalan selama empat tahun.
Pemerintah Kota Mojokerto berharap masyarakat turut menyebarluaskan informasi mengenai berbagai program beasiswa tersebut kepada keluarga, kerabat, maupun lingkungan sekitar sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Upaya ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing generasi muda Kota Mojokerto di masa depan. (tin)


as a preferred source on Google




