Surabaya (beritajatim.id) – Geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus didorong melalui berbagai inisiatif strategis. Dalam upaya memperkuat armada logistik dan distribusi bagi anggotanya, Koperasi Merah Putih dikabarkan tengah melirik sejumlah kendaraan niaga ringan yang efisien dan tangguh. Menariknya, sorotan kini tertuju pada deretan mobil pikap (pickup) asal pabrikan otomotif India yang dikenal “bandel” di medan berat dan ramah di kantong.
Langkah Koperasi Merah Putih ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas pengiriman barang di sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan lokal. Pemilihan kendaraan operasional tidak lagi sekadar melihat merek, tetapi menitikberatkan pada Total Cost of Ownership (TCO) atau efisiensi biaya kepemilikan. Kendaraan niaga dari India, yang memiliki karakteristik geografis mirip Indonesia, dianggap memenuhi kriteria tersebut.
Salah satu model yang santer diperbincangkan adalah varian pikap bermesin diesel kompak dengan kapasitas muatan (payload) mumpuni, berkisar antara 1 hingga 1,5 ton. Secara spesifikasi mesin, kendaraan jenis ini umumnya dibekali dapur pacu berkapasitas 1.200 cc hingga 1.500 cc berteknologi Common Rail Direct Injection (CRDI) yang telah disesuaikan dengan standar emisi Euro 4.
Selain irit bahan bakar, torsi melimpah pada putaran mesin rendah menjadi nilai jual utama. Torsi besar ini sangat krusial saat pikap harus menanjak dengan muatan penuh di jalanan pedesaan yang belum beraspal mulus. Dari sisi dimensi, bak belakang didesain lebih luas dan rata, memaksimalkan volume kargo tanpa mengorbankan stabilitas sasis.
Fitur kenyamanan pengemudi juga tidak dilupakan. Beberapa model terbaru telah menyematkan power steering, kabin yang lebih ergonomis dengan sirkulasi udara (AC) opsional, serta suspensi daun (leaf spring) ganda yang dirancang khusus untuk meredam guncangan beban berat.
Kolaborasi potensial antara Koperasi Merah Putih dengan agen pemegang merek (APM) kendaraan komersial India ini diharapkan tidak hanya menyediakan unit yang terjangkau, tetapi juga layanan purnajual (after-sales) yang terjamin ketersediaan suku cadangnya. Dengan dukungan armada logistik yang efisien, daya saing anggota koperasi diproyeksikan akan semakin meningkat.
Seperti diketahui, rencana pengadaan kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan hangat di Tanah Air. Pasalnya, PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana proyek berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan niaga dari dua raksasa otomotif asal India, yakni Mahindra & Mahindra serta Tata Motors. Total nilai proyek pengadaan ini ditaksir mencapai angka fantastis, yakni Rp24,66 triliun.
Menurut Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, langkah impor masif ini diambil demi efisiensi anggaran. Pembelian secara direct buying dari pabrikan India diklaim memberikan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk domestik. Selain itu, langkah ini diambil agar pesanan dalam jumlah raksasa tidak mengganggu rantai pasokan kendaraan niaga di pasar lokal.


as a preferred source on Google




