Jakarta (beritajatim.id) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meningkatkan pengawasan terhadap potensi ancaman terorisme menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan menyusul dinamika situasi global yang memanas, terutama konflik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi berdampak pada stabilitas keamanan nasional.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat 2026 pada 2 Maret 2026.
Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan bahwa peningkatan kewaspadaan merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat muncul akibat eskalasi konflik internasional.
Situasi geopolitik yang melibatkan sejumlah negara besar, termasuk ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, dinilai dapat memicu pergerakan kelompok tertentu di dalam negeri. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban publik diperketat.
Kapolri menegaskan pentingnya menjaga capaian zero terrorist attack yang berhasil dipertahankan selama tiga tahun terakhir, khususnya saat momentum mudik dan perayaan Idulfitri yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.
Data Penindakan dan Pemantauan
Sepanjang 2025, Polri telah melakukan berbagai langkah pencegahan melalui strategi preventive strike dengan mengamankan 51 tersangka terorisme. Selain itu, pada periode mudik tahun sebelumnya, aparat berhasil menangkap tujuh target yang masuk dalam pemantauan.
Meski capaian tersebut dinilai positif, aparat masih memantau 13.252 individu yang masuk dalam daftar pengawasan. Angka ini menjadi perhatian serius menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kapolri menilai dinamika global, termasuk simbol-simbol politik tertentu di kawasan Timur Tengah, dapat menjadi pemicu propaganda atau mobilisasi kelompok radikal jika tidak diantisipasi secara dini.
Penguatan Sinergi Lintas Sektor
Untuk menjaga stabilitas keamanan, Polri memperkuat koordinasi dengan TNI, jajaran intelijen, serta pemerintah daerah. Pendataan ulang dan pemantauan aktivitas kelompok yang terindikasi radikal menjadi bagian dari langkah strategis tersebut.
Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial mengingat Operasi Ketupat merupakan agenda pengamanan nasional yang melibatkan ribuan personel dan mencakup pengamanan jalur mudik, pusat keramaian, hingga rumah ibadah.
Target Lebaran Aman dan Kondusif
Dengan peningkatan pengawasan dan langkah preventif yang diperkuat, Polri berharap perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dapat berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari ancaman terorisme.
Momentum Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga diharapkan tetap terjaga dalam suasana kondusif, sejalan dengan komitmen aparat mempertahankan stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. (ian)


as a preferred source on Google




