Jakarta (beritajatim.id) – Pasca pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Fokus utama pengamanan diarahkan pada arus balik Lebaran serta aktivitas masyarakat yang kembali meningkat usai hari raya.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, menjelaskan bahwa fenomena peningkatan perjalanan masyarakat atau yang dikenal sebagai arus balik menjadi perhatian serius aparat. Polri telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan serta penguatan pengaturan lalu lintas di berbagai jalur utama.
Pengelolaan arus balik disebut akan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan yang serupa seperti saat arus mudik, yakni melalui rekayasa lalu lintas dan koordinasi lintas instansi. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang diberlakukan pada 26 hingga 27 Maret 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mendistribusikan volume kendaraan agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Polri juga menyoroti pentingnya pemanfaatan kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara bijak. Skema kerja fleksibel ini dinilai dapat membantu mengurai kepadatan arus balik dengan memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan secara bertahap.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas sosial seperti halal bihalal di berbagai daerah turut menjadi perhatian aparat. Kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, sehingga personel kepolisian telah disiagakan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan di lokasi-lokasi kegiatan masyarakat.
Pengawasan juga diperketat di sejumlah objek wisata, terutama destinasi wisata air. Masyarakat dan pengelola diimbau untuk mematuhi batas kapasitas serta mengutamakan aspek keselamatan guna mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Menurut Tjahyono Saputro, keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk TNI, kementerian terkait, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Polri juga menyampaikan pesan dari pimpinan institusi kepada masyarakat agar momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus tetap menjaga keselamatan dalam setiap aktivitas, khususnya selama periode arus balik berlangsung. (ris)


as a preferred source on Google




