Jakarta (beritajatim.id) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memastikan keterbukaan informasi dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman hantavirus agar tidak menimbulkan kepanikan publik.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Puan menilai masyarakat saat ini masih sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah pengalaman panjang menghadapi pandemi COVID-19. Karena itu, kemunculan kasus hantavirus perlu ditangani secara hati-hati dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Menurut Puan, tantangan dalam menghadapi ancaman penyakit yang belum banyak dikenal masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap langkah pemerintah.
Ia menekankan pentingnya pemerintah memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai pola penularan, kelompok rentan, langkah pencegahan, hingga tingkat risiko penyakit bagi masyarakat umum.
Puan menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam perlindungan publik. Sebab, ketika masyarakat tidak memperoleh penjelasan yang memadai, ruang disinformasi dan ketakutan dapat berkembang lebih cepat dibanding proses penanganan penyakit itu sendiri.
Karena itu, ia meminta sosialisasi terkait hantavirus tidak hanya disampaikan dalam bahasa teknis yang sulit dipahami masyarakat luas. Edukasi publik dinilai perlu menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat akar rumput agar informasi dapat diterima secara efektif.
Selain aspek komunikasi publik, Puan juga menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan daerah dalam mendeteksi dan menangani penyakit secara cepat. Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan dan sistem antisipasi untuk mencegah potensi penyebaran virus.
Menurutnya, ancaman penyakit berbasis lingkungan kerap pertama kali muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan dan pengawasan lingkungan yang belum merata. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus menangani kasus yang telah muncul, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah secara menyeluruh.
Puan menegaskan kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, laboratorium, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan cepat harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam menghadapi ancaman penyakit menular baru.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap hantavirus setelah muncul kasus wabah di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan memicu proses evakuasi internasional di Kepulauan Canary.
Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui paparan hewan pengerat terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan hingga kini masih menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia meski risiko penularan ke masyarakat umum dinilai rendah. (hdl)


as a preferred source on Google




