Jakarta (beritajatim.id) – Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Statistik ke Surakarta guna mengevaluasi implementasi program Kelurahan Cinta Statistik atau Kelurahan Cantik yang dijalankan bersama Badan Pusat Statistik. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat validitas data hingga tingkat desa dan kelurahan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memimpin langsung peninjauan ke Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, yang menjadi salah satu wilayah percontohan penerapan program tersebut di Kota Surakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam kunjungannya, Esti menegaskan pentingnya data mikro yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran. Ia menyebut kunjungan kali ini berbeda karena Komisi X DPR RI turun langsung ke tingkat kelurahan untuk melihat implementasi penguatan statistik berbasis masyarakat.
Menurut Esti, Kelurahan Sumber dipilih karena telah menerapkan Program Kelurahan Cantik yang bertujuan membangun kemitraan penyediaan data secara terintegrasi hingga level paling bawah. Program tersebut dinilai mampu menghasilkan informasi yang lebih detail terkait kondisi sosial masyarakat.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam kunjungan itu adalah hadirnya aplikasi digital “Mbak Sri Cantik” atau Masyarakat Banjarsari Cinta Statistik. Aplikasi tersebut digunakan sebagai pusat data digital yang memuat berbagai informasi penting seperti angka kemiskinan, prevalensi stunting, data ibu hamil, hingga pemetaan fasilitas umum.
Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur navigasi pencarian alamat warga secara presisi yang memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan program bantuan sosial dan layanan publik.
Komisi X DPR RI menilai keberadaan data mikro yang detail dan terintegrasi dapat membantu pemerintah menyalurkan berbagai program secara lebih efektif, termasuk distribusi program Makan Bergizi Gratis, penanganan stunting, hingga intervensi di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Selain aplikasi statistik, Kecamatan Banjarsari juga memiliki layanan “Mbak Sri Antar”, yakni sistem pengantaran dokumen kependudukan langsung ke rumah warga. Layanan ini dinilai memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi publik secara lebih cepat dan efisien.
Esti Wijayati menyebut penguatan validitas data di tingkat kelurahan dapat dilakukan tanpa anggaran besar apabila melibatkan unsur masyarakat seperti Dasawisma dan Linmas. Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan data yang dihasilkan benar-benar sesuai kondisi lapangan.
Menurutnya, semakin banyak desa dan kelurahan yang menerapkan konsep Kelurahan Cantik, maka basis data nasional akan semakin kuat dan akurat untuk mendukung program pembangunan di berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi X DPR RI juga mengungkapkan tengah mengkaji penguatan statistik daerah dalam revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Langkah itu dinilai penting agar sistem statistik nasional lebih responsif terhadap kebutuhan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Program Kelurahan Cantik sendiri diproyeksikan menjadi salah satu model pengembangan data berbasis wilayah yang dapat direplikasi secara nasional guna mendukung kebijakan pemerintah berbasis data akurat dan terintegrasi. (hdl)


as a preferred source on Google




