Surabaya (pilar.id) – Program pembelajaran Bahasa Inggris gratis untuk anak usia dini bertajuk Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH) yang diluncurkan Kecamatan Pakal, Surabaya, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Program pendidikan berbasis komunitas tersebut langsung dipadati pendaftar sejak masa uji coba dibuka pada Mei 2026.
Program RICH digagas bersama Bunda PAUD Kecamatan Pakal sebagai upaya memperluas akses pendidikan Bahasa Inggris bagi anak-anak tanpa terbebani biaya kursus yang selama ini dinilai cukup mahal bagi sebagian masyarakat.
Camat Pakal, Zainuddin Fanani, mengatakan penguasaan Bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan era digital dan globalisasi. Karena itu, pemerintah kecamatan ingin memastikan seluruh anak memiliki kesempatan belajar yang setara sejak usia dini.
Menurut Fanani, program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran Bahasa Inggris berkualitas dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
Program RICH menyasar anak usia 4 hingga 9 tahun, mulai dari siswa TK A, TK B, Raudhatul Athfal (RA), hingga siswa sekolah dasar kelas 1 dan 2 yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pakal.
Setiap peserta akan mengikuti masa pembelajaran selama satu tahun, dengan sekitar 10 bulan kegiatan belajar aktif dan dua bulan masa libur.
Berbeda dengan kursus formal pada umumnya, konsep pembelajaran di RICH menggunakan pendekatan fun learning atau belajar sambil bermain. Materi yang diajarkan difokuskan pada basic English, terutama pengenalan kosakata sederhana dan kemampuan berbicara dasar agar anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi.
Fanani menjelaskan bahwa usia dini merupakan fase emas perkembangan bahasa sehingga anak-anak dinilai lebih cepat menyerap kosakata, meniru pelafalan, serta berani mengekspresikan diri.
Untuk mempermudah akses masyarakat, kelas-kelas RICH ditempatkan di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Pakal. Sistem ini dinilai efektif karena peserta tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pembelajaran.
Selain mendapatkan pembelajaran gratis, peserta program juga memperoleh sertifikat kelulusan dan pendampingan dari mentor berpengalaman. Program ini turut menggandeng Universitas Negeri Surabaya atau Unesa dalam proses pendampingan dan penguatan kualitas pembelajaran.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini disebut melampaui perkiraan. Setiap kelurahan menyediakan kuota sekitar 150 siswa dengan total keseluruhan mencapai 600 peserta untuk seluruh wilayah Kecamatan Pakal.
Dalam waktu singkat, seluruh kuota langsung terpenuhi oleh para pendaftar. Bahkan, saat trial class berlangsung sepanjang Mei 2026, permintaan pendaftaran terus berdatangan dari para orang tua.
Sebagian calon peserta kini harus masuk daftar tunggu untuk mengikuti kelas reguler yang dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran baru 2026–2027 sekitar Juli hingga Agustus mendatang.
Fanani berharap program RICH dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda Surabaya dalam menghadapi persaingan global di masa depan.
Terlebih, wacana pengembalian Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai 2027 dinilai membuat kebutuhan pembelajaran sejak dini menjadi semakin relevan.
Menurutnya, RICH bukan hanya tempat belajar Bahasa Inggris, tetapi juga ruang untuk membangun keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri anak-anak sejak usia dini agar siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa mendatang. (hdl)


as a preferred source on Google




