Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau kegiatan kerja bakti lingkungan sekaligus sosialisasi Program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Kelurahan Balongsari, Jumat (29/5).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Mojokerto dalam membangun ketahanan sosial masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya narkotika yang masih menjadi ancaman di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan itu, Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama kepolisian, Kelurahan Balongsari masuk dalam kategori wilayah siaga terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Menurutnya, status siaga harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak ada warga yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
Ning Ita menekankan bahwa peredaran narkoba dapat menyasar berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. Karena itu, peran aktif warga dinilai sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, BNN, dan aparat kepolisian. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Partisipasi masyarakat melalui pelaporan dini terhadap indikasi penyalahgunaan narkoba akan membantu proses penanganan secara lebih cepat dan efektif.
Selain fokus pada program antinarkoba, Pemerintah Kota Mojokerto juga mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Salah satu upaya yang tengah dikembangkan di Balongsari adalah pembangunan greenhouse untuk budidaya melon serta pemanfaatan lahan melalui penanaman tanaman obat keluarga (toga).
Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketersediaan pangan di tingkat kampung, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemkot Mojokerto bahkan menargetkan Balongsari dapat berkembang menjadi kawasan wisata edukasi dan wisata petik melon yang memiliki nilai tambah bagi warga setempat.
Pengembangan sektor pertanian perkotaan tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menciptakan kampung yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga mendorong pemanfaatan lahan secara optimal dan memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ning Ita menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti yang rutin dilaksanakan setiap Jumat merupakan bagian dari gerakan membangun lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Program tersebut sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan serta menciptakan kawasan permukiman yang bebas dari berbagai ancaman sosial, termasuk narkoba.
Melalui sinergi antara program kebersihan lingkungan, ketahanan pangan, dan Kampung Bersinar, Pemerintah Kota Mojokerto berharap keterlibatan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Mojokerto untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang asri, produktif, berdaya saing, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan. (tin)


as a preferred source on Google




