Surakarta (beritajatim.id) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertemukan inovasi generasi muda di sektor pertanian dengan dunia investasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi sehingga tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat menghadiri Seminar Nasional Desa Berdaya bertema Peran Milenial dalam Mendukung Kemandirian Pangan Lokal Berkelanjutan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Muhaimin mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan mahasiswa UNS, termasuk produk tepung berbahan baku singkong yang telah memasuki tahap produksi. Menurutnya, keberhasilan sebuah riset tidak hanya diukur dari aspek ilmiah, tetapi juga dari kemampuan inovasi tersebut diproduksi secara massal, diterima pasar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyatakan pemerintah siap membantu mempertemukan para inovator muda dengan investor agar berbagai hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi industri berbasis inovasi.
Menurut Muhaimin, dinamika geopolitik dan geoekonomi global justru membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian dan pangan. Karena itu, generasi muda didorong untuk memandang pertanian sebagai sektor modern yang menawarkan ruang inovasi, pemanfaatan teknologi, sekaligus prospek bisnis yang menjanjikan.
Ia menilai pembangunan ekonomi desa berbasis pertanian merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sektor tersebut diyakini mampu menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Muhaimin juga mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan investor guna membangun ekosistem yang mendukung percepatan hilirisasi hasil riset. Menurutnya, banyak inovasi anak bangsa memiliki potensi besar, namun belum berkembang secara optimal karena keterbatasan akses terhadap pembiayaan, investasi, dan jaringan pemasaran.
Ia mengusulkan agar kampus menjadi pusat lahirnya ekosistem kewirausahaan berbasis pertanian dengan mempertemukan mahasiswa, peneliti, pelaku agribisnis, perusahaan, hingga investor. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak wirausaha muda yang mampu mengembangkan potensi pangan lokal sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Selain itu, Muhaimin menyoroti pentingnya regenerasi petani di tengah menurunnya jumlah petani muda di Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak inovator, peneliti, dan pengusaha muda yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan sektor pertanian.
Ia mengajak generasi muda menjadikan sektor pertanian sebagai ruang berkarya sekaligus peluang membangun masa depan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dunia, sektor pertanian dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Sebagai contoh peluang pengembangan industri pangan lokal, Muhaimin menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap tepung terigu impor. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi pengembangan komoditas lokal, seperti tepung singkong, yang tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dalam negeri.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan pangan lokal sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan investor. Kolaborasi tersebut diperlukan agar inovasi yang lahir dari kampus dapat berkembang menjadi industri yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Muhaimin optimistis Universitas Sebelas Maret bersama berbagai pemangku kepentingan mampu menjadi motor penggerak lahirnya inovasi pangan yang berorientasi pada kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa upaya membangun ketahanan, kedaulatan, dan kemandirian pangan harus menjadi agenda bersama sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. (hdl)


as a preferred source on Google




