Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB). Para duta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.
Pengukuhan yang berlangsung di Tangerang, Banten, Kamis (9/7), menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, ramah anak, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan.
Program ini juga sejalan dengan penguatan regulasi pemerintah terkait perlindungan anak. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai landasan memperkuat perlindungan anak, termasuk di ruang digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa para Duta Bintang Sobat SMP memiliki peran strategis dalam membangun budaya digital yang sehat sekaligus menjadi penggerak Gerakan Rukun Sama Teman di lingkungan pendidikan. Menurutnya, para finalis merupakan representasi generasi muda yang mampu menjadi inspirasi bagi teman sebaya sekaligus membawa perubahan positif di daerah asal masing-masing.
Abdul Mu’ti menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia setelah melihat kualitas para Duta BSS 2026. Ia menilai generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, karakter, dan budaya sekolah menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pengukuhan bukan menjadi akhir dari proses seleksi, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para duta diminta menjadi teladan bagi teman sebaya, membangun ekosistem informasi yang sehat melalui penyebaran konten edukatif, serta aktif menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk kekerasan digital.
Selain itu, mereka juga diharapkan menjadi pelopor terciptanya sekolah yang aman dari perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, maupun kekerasan berbasis digital. Menurut Gogot, peran aktif peserta didik menjadi salah satu kunci keberhasilan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Gogot turut menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMP, dewan juri, narasumber, guru pendamping, serta orang tua yang telah mendukung proses pembinaan hingga lahirnya para Duta Bintang Sobat SMP 2026.
Salah satu penerima penghargaan, Andrew Arsya Mandala, siswa SMP Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, berhasil meraih Juara I Bintang Sobat SMP 2026. Andrew mengungkapkan keberhasilannya merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman mengikuti berbagai kompetisi selama beberapa tahun terakhir. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta lain agar tidak menyerah ketika mengalami kegagalan, karena kesempatan untuk berkembang selalu terbuka bagi mereka yang terus berusaha.
Prestasi Andrew turut mendapat apresiasi dari guru pendampingnya, Ade Riza Rayahu. Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari semangat belajar, kemauan untuk terus memperbaiki diri, dan ketekunan yang ditunjukkan Andrew selama mengikuti proses seleksi. Ade berharap capaian anak didiknya dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak pelajar di Indonesia untuk berprestasi sekaligus berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Melalui pengukuhan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Kemendikdasmen berharap lahir semakin banyak pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya positif, memperkuat literasi digital, serta menjadi pelopor sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia. (hdl)


as a preferred source on Google




