Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Dukung Generasi Emas 2045, Kemendikdasmen dan BPOM Luncurkan Gerakan Nasional Budaya Pangan Aman di Sekolah

Dukung Generasi Emas 2045, Kemendikdasmen dan BPOM Luncurkan Gerakan Nasional Budaya Pangan Aman di Sekolah

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Pendidikan 30 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kemendikdasmen dan BPOM meluncurkan gerakan budaya pangan aman di sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini menuju Indonesia Emas 2045.
Kemendikdasmen dan BPOM meluncurkan gerakan budaya pangan aman di sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini menuju Indonesia Emas 2045.

Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat sinergi membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada edukasi keamanan pangan bagi peserta didik.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk menanamkan kebiasaan memilih pangan yang aman dan bergizi sejak usia sekolah. Selain penandatanganan MoU, kedua institusi meluncurkan Program Sadar Pangan Aman (SAPA) Sekolah Berbasis Budaya, Gerakan 1.000 Kader Edukasi Pangan Aman Menggunakan Bahasa Daerah, serta tiga pedoman pelaksanaan keamanan pangan yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan mengenai pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan budaya hidup sehat. Menurutnya, kebiasaan anak memilih makanan sering kali dipengaruhi faktor selera tanpa mempertimbangkan kandungan gizi maupun aspek keamanan pangan.

Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran peserta didik agar lebih kritis terhadap makanan yang dikonsumsi. Kebiasaan sederhana seperti membaca komposisi bahan, memeriksa tanggal kedaluwarsa, hingga memahami kandungan gizi dipandang sebagai bagian dari pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Abdul Mu’ti menambahkan kerja sama dengan BPOM tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diarahkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, serta masyarakat. Ia berharap budaya memilih pangan yang aman dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari yang mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Siap Terbitkan Ulang Ijazah Pekerja yang Ditahan Perusahaan

Menurutnya, inisiatif tersebut juga selaras dengan berbagai program prioritas pemerintah, seperti Program Sekolah Sehat, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai kolaborasi lintas kementerian menjadi solusi untuk memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan. Ia mengungkapkan BPOM saat ini baru mampu menjangkau sekitar 60 ribu dari sekitar 260 ribu sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui dukungan Kemendikdasmen, edukasi mengenai keamanan pangan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik. Taruna menilai pembiasaan sejak usia dini menjadi langkah efektif dalam membangun budaya makan sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman dan bergizi.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari pendekatan berbasis budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan penyampaian pesan mengenai keamanan pangan akan lebih mudah diterima apabila dikemas melalui bahasa daerah, seni pertunjukan, maupun cerita rakyat yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas kampanye keamanan pangan sekaligus menjadi media pelestarian budaya lokal. Menurut Fadli, kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga dapat menjadi instrumen edukasi publik yang efektif dalam membangun perubahan perilaku masyarakat.

Program SAPA Sekolah Berbasis Budaya dan Gerakan 1.000 Kader Edukasi Pangan Aman menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga kesehatan peserta didik. Kehadiran kader edukasi di sekolah diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi mengenai keamanan pangan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  20 Tahun Sastra Jepang UNAIR, Diplomat Kemenlu Ungkap Peran Lulusan Bahasa dalam Diplomasi Indonesia–Jepang

Melalui sinergi antara Kemendikdasmen, BPOM, dan Kementerian Kebudayaan, pemerintah menargetkan sekolah menjadi ruang yang tidak hanya menghasilkan peserta didik berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup sehat, mampu memilih pangan yang aman, serta menjadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari karakter hingga dewasa.

Penguatan budaya pangan aman di lingkungan pendidikan dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Axellea Pramestika Hasanah

Pilih Kuliah Vokasi demi Siap Kerja, Instruktur Renang Ini Mantap Bidik D3 Bahasa Inggris UNAIR

28 Juni 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen memastikan MPLS 2026 bebas kekerasan dan perundungan melalui Gerakan RANA demi mewujudkan sekolah yang aman dan ramah anak.

Kemendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perundungan, Perkuat Gerakan RANA Wujudkan Sekolah Aman untuk Anak

27 Juni 2026 Pendidikan
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Dr. Achmad Solihin

Pendaftar Ujian Mandiri UNAIR Tembus 6.335 Peserta, Kedokteran Masih Jadi Prodi Favorit Tahun 2026

26 Juni 2026 Pendidikan
Aleyya Intan Adonia Cinara

Kejar Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswi Asal Surakarta Rela Tinggalkan Kursi Kuliah Kedokteran yang Sudah Diraih

26 Juni 2026 Pendidikan
SPMB SD Surabaya 2026 telah selesai. Seleksi SMP kini memasuki jalur afirmasi dan mutasi sebelum berlanjut ke jalur prestasi dan domisili.

SPMB SD Surabaya 2026 Rampung, Seleksi SMP Masuki Jalur Afirmasi dan Mutasi, Simak Jadwal Lengkapnya

26 Juni 2026 Pendidikan
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin

Kemendikdasmen Perkuat Pengawasan Bahasa Indonesia di Jawa Barat, Siapkan Tata Kelola Berkelanjutan

23 Juni 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Axellea Pramestika Hasanah

Pilih Kuliah Vokasi demi Siap Kerja, Instruktur Renang Ini Mantap Bidik D3 Bahasa Inggris UNAIR

28 Juni 2026
Berita Terbaru
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026
SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.