Surabaya (beritajatim.id) – Apple dikabarkan semakin serius memasuki pasar ponsel lipat. Bocoran terbaru menyebut perusahaan asal Cupertino itu tengah mengembangkan iPhone Fold dengan teknologi layar generasi baru yang lebih tipis, lebih terang, dan lebih hemat daya. Menariknya, teknologi ini juga disebut bakal diterapkan pada lini iPhone 18 mendatang.
Laporan media teknologi Korea Selatan, The Elec, yang dikutip dari Forbes pada Jumat (16/1/2026), mengungkap Apple akan menggunakan teknologi layar Color Filter on Encapsulation (CoE) besutan Samsung Display. Teknologi ini diproyeksikan menjadi fondasi utama desain iPhone lipat Apple.
Teknologi CoE memungkinkan Apple memangkas ketebalan panel layar secara signifikan. Berbeda dengan panel OLED konvensional, CoE menghilangkan lapisan polarizer plastik yang biasanya dipasang di antara kaca pelindung dan panel OLED.
Lapisan polarizer memang berfungsi mengurangi pantulan cahaya dan meningkatkan kontras, namun di sisi lain juga menghambat hingga separuh cahaya yang dihasilkan panel. Dengan CoE, filter warna ditempatkan langsung pada lapisan pelindung OLED, sehingga cahaya dapat keluar lebih maksimal dan konsumsi daya menjadi lebih efisien.
Samsung Display mengklaim teknologi ini mampu menurunkan konsumsi daya layar hingga 37 persen, sekaligus membuat bodi perangkat lebih ramping.
Samsung sebenarnya sudah lebih dulu mengadopsi CoE sejak peluncuran Galaxy Z Fold 3 pada 2021. Sejak itu, teknologi ini menjadi standar di seluruh lini ponsel lipat Galaxy Z.
Namun, bocoran terbaru menyebut CoE tidak hanya akan hadir di iPhone Fold, tetapi juga digunakan pada iPhone 18, khususnya varian yang disebut-sebut sebagai iPhone Air 2. Bahkan, Samsung juga dikabarkan akan menerapkan CoE pada Galaxy S26 Ultra, menjadikannya ponsel non-lipat pertama Samsung dengan teknologi tersebut.
Meski belum ada data resmi soal kapasitas baterai iPhone Fold, Apple disebut sudah menyiapkan solusi pendukung. Salah satunya adalah teknologi metal can battery yang sebelumnya diperkenalkan pada iPhone Air.
Struktur baterai berbahan logam ini memungkinkan baterai dipasang lebih rapat ke rangka perangkat, sehingga ruang internal bisa dimanfaatkan lebih optimal. Pendekatan serupa juga diterapkan Samsung pada Galaxy Z Fold 7 dengan sistem penataan komponen yang lebih presisi.
Kombinasi layar CoE, desain internal yang lebih efisien, serta pengisian daya cepat diyakini akan meningkatkan daya tahan baterai, meski bodi perangkat dibuat semakin tipis.
Sumber industri menyebut Apple sangat berhati-hati dalam merancang iPhone Fold. Perusahaan tersebut disebut tidak ingin merilis ponsel lipat dengan ketebalan berlebih seperti beberapa kompetitornya.
Melihat respons positif pasar terhadap desain ramping Galaxy Z Fold 7, Apple diyakini akan menempuh jalur serupa untuk menghadirkan iPhone lipat dengan desain premium, tipis, dan efisien, yang sekaligus menjadi cerminan arah desain iPhone 18 ke depan. (aga)


as a preferred source on Google




