Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»AS Sorot Subsidi Panel Surya RI, Mendag: Pemerintah akan Kawal Kepentingan Industri Nasional

AS Sorot Subsidi Panel Surya RI, Mendag: Pemerintah akan Kawal Kepentingan Industri Nasional

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Ekonomi 27 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Budi Santoso, Menteri Perdagangan RI
Budi Santoso, Menteri Perdagangan RI

Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah Indonesia menyatakan siap membela industri panel surya nasional menyusul penyelidikan antisubsidi yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Tarif sementara yang dikenakan kepada produk Indonesia berada pada kisaran 85,99 hingga 143,30 persen.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal penuh proses investigasi yang saat ini masih berlangsung. Keputusan final dijadwalkan diumumkan pada Juli 2026.

Menurut Budi, proses penyelidikan sepenuhnya berbasis data dan fakta. Pemerintah Indonesia berkomitmen bersikap kooperatif dan transparan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan perdagangan internasional.

Tarif Indonesia Lebih Moderat Dibanding Negara ASEAN

Secara komparatif, tarif sementara yang dikenakan kepada Indonesia tercatat lebih rendah dibanding sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Malaysia dikenakan tarif 14–168 persen, Vietnam 68–542 persen, Thailand 99–263 persen, sementara Kamboja bahkan melampaui 3.400 persen.

Budi menilai struktur tarif tersebut menunjukkan posisi Indonesia relatif lebih moderat dalam penetapan awal otoritas AS. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi risiko peningkatan tarif pada tahap keputusan akhir.

Penyelidikan ini berada dalam mekanisme trade remedies yang diatur Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), di mana kelengkapan dan akurasi data menjadi faktor penentu dalam evaluasi.

Hindari Metode Adverse Facts Available (AFA)

Pemerintah menekankan pentingnya partisipasi aktif pelaku industri untuk menghindari penerapan metode Adverse Facts Available (AFA). Metode ini memungkinkan otoritas penyelidik menggunakan data yang tersedia apabila pihak tertuduh dinilai tidak kooperatif, yang berpotensi menghasilkan tarif lebih tinggi.

Baca Juga:  Kunjungi Pabrik Lurik di Klaten, Mendag Budi Dorong Inovasi untuk Tingkatkan Ekspor

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan pelaku usaha. Konsistensi dan keterverifikasian data dinilai menjadi kunci agar evaluasi berlangsung objektif.

Sorotan pada FTZ Batam dan Bahan Baku Impor

Dalam tahap lanjutan, Departemen Perdagangan AS (USDOC) akan memverifikasi sejumlah fasilitas insentif di Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam yang diduga sebagai bentuk subsidi.

Selain itu, bahan baku impor asal Tiongkok juga menjadi perhatian. Otoritas AS menilai adanya potensi subsidi dari Pemerintah Tiongkok yang dapat dikategorikan sebagai subsidi transnasional.

Tommy mengungkapkan bahwa sejak November 2025, Kementerian Perdagangan telah melakukan advokasi dan sinergi bersama pelaku industri panel surya, kementerian terkait, serta otoritas di Batam guna mempersiapkan respons komprehensif terhadap investigasi tersebut.

Dampak terhadap Ekspor dan Transisi Energi

Industri panel surya menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi terbarukan global. Pengenaan tarif tinggi berpotensi memengaruhi daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS, sekaligus berdampak pada investasi dan pengembangan industri dalam negeri.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga kepastian usaha dan melindungi kepentingan nasional hingga keputusan final diumumkan. Langkah diplomasi perdagangan serta penguatan data industri diharapkan mampu memitigasi risiko dan menjaga akses pasar ekspor panel surya Indonesia. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Budi Santoso Kemendag RI Panel Surya WTO
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026 Ekonomi
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026 Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stagnan

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli, membantu warga rentan, dan mendukung UMKM.

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong UMKM Lokal

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi
Ilustrasi emas batangan (foto: Jingming Pan/unsplash)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp11.000 per Gram, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

3 Juli 2026 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.