Gianyar (Beritajatim.id) – Pesona Pulau Dewata kini tak hanya memikat wisatawan pencari ketenangan, tetapi juga raksasa sepak bola Asia. Bali United Training Center (BUTC) di Pantai Purnama, Gianyar, sukses mencuri perhatian internasional setelah dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan (training camp) oleh dua klub elite Korea Selatan, Pohang Steelers dan Jeonbuk Hyundai Motors B.
Kedatangan klub-klub dari Negeri Ginseng ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sinyal kuat bahwa infrastruktur olahraga Indonesia—khususnya Bali—mulai dipandang setara dengan destinasi sport tourism mapan lainnya di Asia.
Mengapa Bali Mengalahkan Thailand dan Vietnam?
Keputusan Pohang Steelers (K-League 1) dan Jeonbuk Hyundai Motors B untuk berlatih di Bali pada awal tahun 2026 ini diambil setelah melalui survei ketat. Pelatih Pohang Steelers, Tae-ha Park, mengungkapkan bahwa timnya sempat membandingkan fasilitas di Thailand dan Vietnam sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Indonesia.
Faktor penentu kemenangan Bali terletak pada fasilitas kelas dunia yang dimiliki BUTC. Dengan luas mencapai 31 hektare, pusat pelatihan ini menawarkan:
- Lapangan Standar FIFA: Menggunakan rumput hibrida Zoysia Matrella yang berkualitas tinggi.
- Pemandangan Eksotis: Lokasi tepat di pinggir Pantai Purnama memberikan suasana latihan yang segar dan berbeda dari pusat pelatihan pada umumnya.
- Fasilitas Penunjang Lengkap: Mulai dari pusat kebugaran (gym) modern, locker room mewah, hingga dukungan medis terintegrasi dengan Bali International Hospital di Sanur.
Masa Depan Cerah Sport Tourism Indonesia
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menyambut antusias fenomena ini. Ia menilai kehadiran klub-klub top Asia ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama dalam industri sport tourism. Kombinasi antara keindahan alam, keramahan masyarakat, dan infrastruktur olahraga yang semakin mumpuni menjadi daya tarik yang sulit ditolak.
BUTC kini tidak hanya menjadi kawah candradimuka bagi skuad Bali United, tetapi juga aset bangsa yang siap mendatangkan devisa dan reputasi positif bagi sepak bola Indonesia di mata dunia.


as a preferred source on Google




