Los Angeles (beritajatim.id) – Los Angeles Lakers menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan Sacramento Kings 128-104 pada laga Minggu malam (1/3) waktu Amerika Serikat. Kemenangan ini menjadi penegasan kebangkitan Lakers setelah periode kurang konsisten pasca jeda All-Star.
Dua bintang utama Lakers, Luka Doncic dan LeBron James, menjadi motor kemenangan lewat kontribusi signifikan sejak awal laga.
Doncic mencatatkan 28 poin dan sembilan assist hanya dalam tiga kuarter pertama sebelum diistirahatkan pada kuarter keempat. Ia juga memasukkan empat tembakan tiga angka, memperlihatkan efisiensi tinggi dalam mengatur ritme serangan Lakers.
Dominasi Lakers sudah terlihat sejak awal pertandingan. Setelah sempat tertinggal akibat poin pembuka Kings, tim tuan rumah langsung mengambil alih kendali dan tidak pernah lagi berada dalam posisi tertinggal hingga laga berakhir.
LeBron James menambahkan 24 poin, termasuk tiga tembakan tripoin dan dua dunk bertenaga yang membakar semangat tim. Di usia 41 tahun, performa LeBron tetap menjadi fondasi stabilitas permainan Lakers, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Kontribusi tambahan datang dari Austin Reaves yang mencetak 12 poin. Sementara Marcus Smart dan Luke Kennard turut menyumbang masing-masing tiga tripoin untuk memperbesar margin kemenangan.
Salah satu faktor kunci kemenangan Lakers adalah akurasi tembakan jarak jauh. Saat para pemain inti masih berada di lapangan, Lakers berhasil memasukkan 17 dari 33 percobaan tripoin, mendekati rekor persentase terbaik dalam sejarah franchise.
Secara keseluruhan, Lakers menutup pertandingan dengan 18 dari 39 tembakan tiga angka. Produktivitas tersebut membuat Kings kesulitan mengejar ketertinggalan sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, Sacramento terus mengalami tren negatif. Mereka kini telah kalah 18 kali dalam 20 pertandingan terakhir. Nique Clifford mencetak 26 poin sebagai pencetak angka terbanyak bagi Kings, sementara Russell Westbrook menyumbang 14 poin saat menghadapi mantan timnya.
Memasuki kuarter keempat, Lakers mengistirahatkan Doncic, Reaves, dan Deandre Ayton sebagai langkah antisipatif menghadapi jadwal padat. Dalam tujuh hari ke depan, Lakers akan menjalani empat pertandingan dan memasuki periode lima pekan tanpa jeda dua hari berturut-turut.
Kemenangan atas Kings sekaligus menyempurnakan akhir pekan positif Lakers setelah sebelumnya menang di kandang Golden State. Dengan margin kemenangan total 52 poin dalam dua laga terakhir, Los Angeles mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka kembali menemukan momentum jelang fase krusial musim reguler NBA.
Jika konsistensi ini mampu dipertahankan, Lakers berpotensi memperbaiki posisi mereka di klasemen Wilayah Barat dan mengamankan tiket playoff tanpa harus melalui jalur play-in. (aga)


as a preferred source on Google




