Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota atau Pemerintah Kota Mojokerto memastikan penyaluran bantuan pangan beras alokasi Februari–Maret 2026 telah rampung sepenuhnya. Sebanyak 14.507 kepala keluarga (KK) di wilayah Kota Mojokerto dipastikan telah menerima bantuan tersebut sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya setelah momentum Idulfitri.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa sebagian besar distribusi bantuan telah dilakukan sebelum Lebaran guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan pokok. Langkah percepatan ini dinilai efektif dalam membantu masyarakat menghadapi peningkatan konsumsi selama periode hari raya.
Penyaluran yang tersisa di dua kecamatan, yakni Magersari dan Prajurit Kulon, diselesaikan beberapa hari setelah Lebaran. Dengan demikian, seluruh penerima manfaat telah memperoleh bantuan tanpa ada yang terlewat.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menegaskan bahwa bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi kunci dalam menjaga kondisi ekonomi lokal tetap kondusif.
Selain penyaluran bantuan, Pemkot Mojokerto juga memperkuat sistem distribusi pangan melalui 18 peracangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh kelurahan. Upaya ini ditujukan untuk memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok tetap mudah dengan harga yang terjangkau.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, yang turut meninjau langsung proses distribusi, memastikan bahwa bantuan dari pemerintah pusat telah tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto, dengan target menjangkau lebih dari 33 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Program tersebut bertujuan meringankan beban ekonomi kelompok rentan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.
BULOG juga menegaskan bahwa kondisi harga pangan saat ini masih berada dalam kategori stabil dan terkendali. Hal ini menjadi indikator bahwa intervensi pemerintah melalui distribusi bantuan dan penguatan stok berjalan efektif.
Data menunjukkan bahwa program bantuan pangan beras menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga inflasi pangan tetap rendah, terutama di daerah dengan tingkat konsumsi tinggi pasca hari besar keagamaan. Penyaluran yang tepat waktu sebelum dan sesudah Lebaran dinilai mampu meredam potensi lonjakan harga di tingkat konsumen.
Dengan rampungnya distribusi bantuan kepada seluruh penerima manfaat, sinergi antara pemerintah daerah, BULOG, serta aparat TNI dan Polri diharapkan terus berlanjut. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika ekonomi nasional. (tin)


as a preferred source on Google




