Jakarta (beritajatim.id) – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam melalui pembangunan infrastruktur penunjang hunian relokasi bagi korban erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara.
Proyek yang berlokasi di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ini menjadi langkah nyata Brantas Abipraya dalam mendukung pemulihan kehidupan warga pascabencana.
Sebagai perusahaan konstruksi milik negara, Brantas Abipraya membangun berbagai fasilitas penting guna menciptakan lingkungan yang layak, aman, dan nyaman bagi para penyintas.
Pekerjaan meliputi pembangunan sistem pengolahan air minum berkapasitas 10 liter per detik, pengembangan kawasan permukiman, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
Tidak hanya sebatas pembangunan fisik, proyek ini juga memperhatikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Fasilitas seperti sekolah, sarana ibadah, balai warga, puskesmas pembantu, taman bermain anak, hingga sistem penyediaan air bersih dibangun secara terintegrasi dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal dan kondisi geografis wilayah relokasi.
“Pembangunan ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian Brantas Abipraya terhadap masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang. Kami ingin memastikan bahwa para penyintas dapat tinggal di lingkungan yang aman, sehat, dan layak huni,” ungkap Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero).
Komitmen Brantas Abipraya dalam proyek ini menegaskan peran strategisnya tidak hanya sebagai kontraktor infrastruktur, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan inklusif, khususnya dalam konteks rehabilitasi wilayah bencana. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata BUMN dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.
“Dengan dukungan yang komprehensif, pembangunan infrastruktur guna mendukung hunian relokasi ini ditujukan untuk dapat menjadi tempat yang aman, layak, dan nyaman bagi korban erupsi Gunung Ruang agar dapat segera memulai kehidupan baru,” tutup Dian Sovana. (ren)


as a preferred source on Google




