Surabaya (beritajatim.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Langkah ini dinilai penting, terutama untuk melindungi daerah strategis penghasil pangan seperti Bojonegoro.
Menurut Sri Wahyuni, Bojonegoro memiliki peran vital tidak hanya sebagai lumbung pangan, tetapi juga sebagai kawasan penopang energi di Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat wilayah ini sangat rentan terhadap dampak perubahan cuaca yang ekstrem, baik berupa kekeringan panjang maupun curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir.
Data produksi menunjukkan bahwa Bojonegoro menyumbang sekitar 886 ribu ton gabah kering giling (GKG) pada 2025. Angka ini menegaskan posisi strategis daerah tersebut dalam menjaga pasokan pangan regional. Bahkan, tren produksi padi di wilayah ini tercatat meningkat signifikan hingga 24,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sri Wahyuni menilai gangguan terhadap stabilitas cuaca dapat langsung memengaruhi siklus tanam petani dan berujung pada penurunan produksi. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terencana, bukan sekadar respons setelah bencana terjadi.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan infrastruktur pendukung pertanian sebagai bagian dari mitigasi risiko. Beberapa langkah yang dinilai krusial antara lain pengembangan sistem peringatan dini, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan jaringan irigasi untuk memastikan distribusi air tetap optimal di tengah perubahan iklim.
Selain aspek infrastruktur, DPRD Jatim juga mendorong adanya pendampingan intensif kepada petani. Upaya ini mencakup edukasi serta penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, sehingga produktivitas lahan tetap terjaga.
Dengan kombinasi langkah antisipasi dan pendampingan tersebut, diharapkan ketahanan pangan di Bojonegoro dapat terus ditingkatkan. Pemerintah daerah dan provinsi pun diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara sektor pertanian dan energi, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim. (hdl)


as a preferred source on Google




