Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, menyoroti performa striker anyar asal India, Diego Mauricio, yang dinilainya masih belum sepenuhnya beradaptasi dengan gaya bermain tim Bajul Ijo.
Mauricio, penyerang berusia 34 tahun yang sempat bersinar bersama klub lamanya dengan torehan 57 gol dan 19 assist dari 110 penampilan, sempat digadang-gadang bakal menjadi mesin gol baru Persebaya. Namun, kenyataannya belum sesuai dengan ekspektasi pelatih asal Spanyol tersebut.
Eduardo Perez mengakui bahwa proses adaptasi mantan pemain Flamengo itu masih berjalan dan membutuhkan waktu.
Menurutnya, atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dengan liga India, tempat Mauricio sebelumnya bermain.
“Musim ini memang menjadi proses untuk terus meningkatkan diri. Tetapi sejauh ini saya sangat senang dengan kinerja tim,” ujar Eduardo Perez, Kamis (9/10/2025).
Mantan pelatih PSS Sleman itu menegaskan pentingnya proses adaptasi bagi setiap pemain asing di awal musim. Setiap pemain, kata dia, datang dengan latar belakang dan karakter permainan yang berbeda, sehingga butuh waktu agar bisa menyatu dengan filosofi dan pola permainan Persebaya.
Selain menyoroti adaptasi Mauricio, Perez juga berharap masa jeda kompetisi bisa dimanfaatkan untuk memperkuat chemistry antar pemain, terutama di lini depan yang masih belum terlalu produktif dalam mencetak gol.
Meskipun Diego Mauricio belum mencatatkan menit bermain sejak resmi bergabung pada 22 Agustus 2025, sang pelatih tetap memberikan kepercayaan penuh kepada striker tersebut untuk menemukan performa terbaiknya.
“Kami tahu kualitasnya, tinggal bagaimana dia bisa beradaptasi dengan ritme dan kebutuhan tim,” pungkas Perez.
Dengan kepercayaan dan waktu yang diberikan, Persebaya berharap kehadiran Diego Mauricio nantinya dapat menjadi jawaban bagi lini serang tim kebanggaan Bonek tersebut. (way/ted)


as a preferred source on Google




