Girona (beritajatim.id) – Laga panas Derbi Katalan antara Girona FC dan FC Barcelona menjadi sorotan utama pekan ini di La Liga. Pertandingan yang digelar Selasa (17/2) pukul 03.00 WIB atau Senin malam waktu setempat di Stadion Montilivi ini menjadi momentum penting bagi Blaugrana untuk bangkit sekaligus menjaga peluang di papan atas klasemen.
Barcelona memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan evaluasi setelah kekalahan telak 0-4 dari Atlético Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Kekalahan tersebut menjadi alarm bagi tim asuhan Hansi Flick menjelang fase krusial musim ini.
Sementara itu, Real Madrid sukses meraih kemenangan 4-1 atas Real Sociedad dan kini unggul dua poin dengan satu laga lebih banyak. Situasi ini membuat Barcelona wajib meraih poin penuh untuk kembali menguasai posisi teratas atau setidaknya menjaga jarak ketat dalam persaingan gelar.
Kick-off pukul 21.00 CET di Montilivi diprediksi berlangsung intens, mengingat kedua tim memiliki kepentingan berbeda: Barcelona memburu gelar, sementara Girona berjuang menjauh dari zona degradasi.
Rekor Pertemuan: Kutukan Laga Senin?
Meski sejarah pertemuan kedua tim tidak panjang, terdapat fakta unik: ini menjadi pertemuan keempat Girona dan Barcelona yang dimainkan pada hari Senin. Dalam tiga laga sebelumnya di hari tersebut, Barcelona gagal meraih kemenangan—dua kali kalah dan sekali imbang.
Namun secara keseluruhan, Barcelona cukup dominan. Dalam tiga pertemuan terakhir, Blaugrana selalu menang. Kemenangan 2-1 musim ini ditentukan gol telat Ronald Araujo, sementara musim lalu mereka menang meyakinkan 4-1. Terakhir kali bertandang ke Montilivi pada September 2024, Barcelona juga menang 4-1 lewat dua gol Lamine Yamal serta masing-masing satu gol dari Pedri dan Dani Olmo.
Sejak Girona promosi ke kasta tertinggi pada 2017, Barcelona telah memenangi empat dari lima kunjungan ke Montilivi. Statistik ini menjadi modal psikologis penting, meski faktor laga Senin tetap menjadi catatan tersendiri.
Performa Girona: Bangkit Perlahan
Setelah sempat terdegradasi pada 2019 dan kembali promosi tiga tahun kemudian, Girona bahkan pernah mencicipi atmosfer Liga Champions. Namun musim lalu mereka harus berjuang keras menghindari degradasi, dan musim 2025/2026 belum sepenuhnya stabil.
Performa kandang menjadi pekerjaan rumah, dengan baru tiga kemenangan liga di depan publik sendiri musim ini. Meski begitu, pelatih Míchel—yang sudah lima tahun menangani tim—mulai menunjukkan perbaikan performa. Dalam lima laga terakhir, Girona hanya sekali kalah dan mulai menciptakan jarak aman dari zona merah.
Tambahan poin dari laga ini akan sangat berarti bagi peluang bertahan mereka di La Liga.
Kondisi Terkini Skuad
Di kubu Barcelona, perhatian tertuju pada kondisi Raphinha dan Marcus Rashford. Hansi Flick memastikan Rashford belum siap tampil, sementara Raphinha dinyatakan tersedia dan dinilai sebagai pemain kunci dalam meningkatkan intensitas permainan tim.
Beberapa pemain seperti Pedri, Gavi, dan Andreas Christensen masih harus absen karena cedera jangka panjang.
Girona juga menghadapi masalah serupa. Kiper Juan Carlos dan Marc-André ter Stegen yang berstatus pinjaman dari Barcelona dipastikan absen. Sejumlah pemain lain seperti Donny van de Beek, Portu, Ricard Artero, dan Álex Moreno juga belum pulih sepenuhnya. Kondisi fisik Ounahi dan Fran Beltrán pun masih diragukan.
Ujian Mental Barcelona
Bagi Barcelona, laga ini bukan sekadar derbi regional. Ini adalah ujian mental setelah kekalahan besar di Copa del Rey. Hansi Flick menekankan pentingnya respons cepat dan menjaga intensitas permainan menghadapi tim yang dinilai terorganisir dan berani membangun serangan dari belakang.
Dengan kualitas skuad yang dimiliki, Barcelona diyakini tetap menjadi favorit. Namun dalam atmosfer derbi dan tekanan perebutan gelar, laga ini berpotensi menghadirkan drama yang menentukan arah musim kedua tim. (aga)


as a preferred source on Google




