Makassar (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan pengalaman Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun transformasi pendidikan dan mendorong inovasi daerah kepada ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar, Jumat (26/6/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti 163 peserta dari Angkatan LVI, LVII, LVIII, dan LIX Tahun 2026 tersebut, mayoritas peserta merupakan dosen muda dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Khofifah hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi mengenai transformasi pendidikan, inovasi pemerintahan, serta peran strategis aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung terwujudnya Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk mencetak manusia yang unggul, adaptif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Ia menilai ASN memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang tidak sekadar menjalankan kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi penggerak inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kepemimpinan birokrasi dinilai harus berorientasi pada dampak dan pelayanan publik yang berkualitas.
Khofifah juga menekankan bahwa target Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila seluruh daerah berhasil meningkatkan kualitas SDM secara merata. Menurutnya, daerah bukan hanya objek pembangunan nasional, melainkan aktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan bangsa.
Dalam paparannya, Khofifah menyebut pendidikan sebagai instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi masa depan. Ia mendorong para calon ASN agar menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam setiap proses perumusan kebijakan.
Selain mengejar prestasi akademik, transformasi pendidikan di Jawa Timur diarahkan untuk menciptakan pemerataan kesempatan belajar melalui prinsip pembangunan yang inklusif. Khofifah menegaskan bahwa seluruh masyarakat harus memiliki peluang yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh kesejahteraan melalui akses pendidikan yang berkualitas.
Ia memaparkan bahwa komitmen tersebut telah menghasilkan sejumlah capaian. Salah satunya, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah penerimaan mahasiswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terbanyak di Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut, yakni sejak 2020 hingga 2026.
Komitmen terhadap pemerataan pendidikan juga diwujudkan melalui program beasiswa bagi siswa SMA dan SMK swasta serta mahasiswa baru perguruan tinggi swasta (PTS). Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama lembaga pendidikan swasta memberikan beasiswa kepada 81.131 calon siswa SMA/SMK swasta dan 62.000 calon mahasiswa baru PTS.
Khofifah menjelaskan, jumlah sekolah swasta yang berpartisipasi dalam program beasiswa juga mengalami peningkatan signifikan, dari 1.772 sekolah menjadi 2.106 sekolah atau naik sekitar 18,84 persen. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan swasta tersebut menjadi salah satu kekuatan Jawa Timur dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pemerataan akses pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus mengembangkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri. Berbagai program inovatif terus diperkuat, mulai dari pembelajaran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digital learning, East Java Information Education System (EJIES), hingga pengembangan sekolah taruna.
Khofifah menilai sekolah saat ini harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menekankan bahwa perkembangan industri saat ini lebih mengedepankan penguasaan kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi dibanding sekadar kepemilikan ijazah formal.
Menutup paparannya, Khofifah mengingatkan bahwa Indonesia sedang memasuki era bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebagai momentum mempercepat pembangunan nasional. Ia mengajak seluruh peserta Latsar untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi ASN yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Sementara itu, Kepala Pusjar SKMP LAN RI Makassar memberikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Khofifah sebagai pemateri. Menurutnya, berbagai praktik baik yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat menjadi referensi bagi para calon ASN dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berdampak bagi masyarakat.
Ia juga menilai Jawa Timur telah menunjukkan berbagai capaian pembangunan yang layak dijadikan contoh bagi daerah lain, sehingga pengalaman yang dibagikan Khofifah diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta Latsar dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di masa mendatang.


as a preferred source on Google




