Jakarta (beritajatim.id) – Bantuan kemanusiaan dan teknis dari berbagai negara mulai berdatangan ke Venezuela menyusul gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6/2026). Operasi penyelamatan dan pemulihan terus diperluas seiring meningkatnya jumlah korban serta besarnya kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak.
Sejak Kamis, tim penyelamat beserta peralatan khusus telah tiba dari lebih dari selusin negara, di antaranya Republik Dominika, El Salvador, Kolombia, Meksiko, Cile, Ekuador, Spanyol, Jerman, Swiss, dan Qatar. Sejumlah badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga turut memperkuat respons kemanusiaan di lapangan.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan dan pemulihan saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, pada Kamis malam.
Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric pada Jumat (26/6/2026) menyatakan Koordinator Bantuan Darurat PBB telah mengalokasikan dana sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung kebutuhan darurat yang bersifat menyelamatkan nyawa. Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memimpin koordinasi bantuan internasional di lokasi bencana.
Hingga kini, sekitar 30 tim pencarian dan penyelamatan telah diterjunkan ke Venezuela. Operasi tersebut melibatkan lebih dari 1.600 personel serta lebih dari 100 anjing pelacak yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, tim United Nations Disaster Assessment and Coordination (UNDAC) bersama unit dukungan operasional juga telah dikerahkan guna memperkuat koordinasi dan percepatan penanganan bencana.
Di sektor kemanusiaan, World Food Programme (WFP) menyatakan memiliki cadangan logistik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan lebih dari 10.000 keluarga selama dua bulan. Sementara itu, Dana Anak-anak PBB (UNICEF) telah mengalokasikan dana internal sebesar 1,5 juta dolar AS dan tambahan 1 juta dolar AS dari Global Humanitarian Thematic Funding untuk mendukung penanganan korban di Venezuela.
Di tengah berlangsungnya operasi penyelamatan, jumlah korban terus bertambah. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa besar tersebut telah mencapai 920 orang.
Selain korban jiwa, sekitar 50.000 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan laporan masyarakat melalui platform daring yang disiapkan pemerintah untuk mendata anggota keluarga yang belum ditemukan.
OCHA melaporkan gempa telah memicu kerusakan luas di berbagai wilayah. Sedikitnya 250 bangunan mengalami kerusakan berat hingga roboh, terutama di Negara Bagian La Guaira yang berada sekitar 30 kilometer di utara ibu kota Caracas dan menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
Kerusakan struktural juga dilaporkan terjadi di Caracas beserta kawasan sekitarnya. Sejumlah infrastruktur vital, termasuk jaringan listrik, pasokan air bersih, telekomunikasi, dan transportasi masih mengalami gangguan serius sehingga menghambat distribusi bantuan dan mobilitas warga.
Bandara Internasional Maiquetía hingga kini masih ditutup akibat kerusakan pada fasilitas bandara. Sementara itu, rumah-rumah sakit menerapkan prosedur penanganan korban massal untuk mengantisipasi lonjakan pasien, sedangkan pemerintah telah membuka sejumlah tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Untuk mempercepat proses evakuasi sekaligus menjaga keamanan, pemerintah Venezuela menetapkan Negara Bagian La Guaira berada di bawah kendali militer. Jorge Rodríguez menyatakan seluruh wilayah tersebut kini diamankan oleh Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian guna mendukung kelancaran operasi penyelamatan serta menjaga situasi tetap kondusif.
Dengan masih banyaknya warga yang belum ditemukan dan kerusakan infrastruktur yang meluas, operasi pencarian diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dukungan komunitas internasional dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelamatan korban, pemulihan layanan dasar, serta rehabilitasi wilayah terdampak gempa di Venezuela. (hdl)


as a preferred source on Google




