Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»Gula Menumpuk, Harapan Petani Tebu Bondowoso Tertahan di Gudang

Gula Menumpuk, Harapan Petani Tebu Bondowoso Tertahan di Gudang

Haris DwiHaris Dwi Ekonomi 19 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi stok gula (foto AI)
Ilustrasi stok gula (foto AI)

Bondowoso (beritajatim.id) – Di sebuah gudang besar milik Pabrik Gula (PG) Pradjekan, tumpukan karung gula putih tampak membentuk dinding setinggi hampir tiga meter. Angkanya mencengangkan: 12.301 ton gula tersimpan tanpa kepastian pasar. Dari jumlah itu, 6.195 ton adalah milik petani tebu rakyat, yang kini gelisah menanti hasil panen mereka terbeli.

Sudah tujuh kali lelang dilakukan sejak awal Juli, namun tak satu pun berhasil. Pasar seakan menutup pintu. Padahal, jika dihitung berdasarkan Harga Pokok Penjualan (HPP) pemerintah Rp14.500 per kilogram, dana petani yang tertahan mencapai Rp89,8 miliar.

“Kalau gula ini tak segera terserap, banyak petani yang tak bisa bayar cicilan atau modal tanam berikutnya,” keluh Rolis Wikarsono, Ketua DPC APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) Bondowoso.

Chandra Wijaya, General Manager PG Pradjekan, menyebutkan gudang penyimpanan hampir penuh. Gudang nomor 1 sudah menampung 11 ribu ton, gudang nomor 2 berisi 1.301 ton, sementara gudang nomor 3 (kapasitas 5 ribu ton) masih kosong.

“Dengan kondisi ini, pabrik hanya bisa menampung produksi hingga 34 hari ke depan atau sampai 22 September 2025,” ujarnya.

Meski menumpuk, Chandra memastikan kualitas gula tetap terjaga. “Disimpan setahun pun masih aman, hanya warnanya agak menguning,” katanya.

APTRI menilai masalah utama adalah gula rafinasi yang “bocor” ke pasar konsumsi. Seharusnya gula rafinasi hanya untuk kebutuhan industri, namun kini masuk ke pasar rumah tangga dengan harga lebih murah.

Baca Juga:  Bondowoso Perkuat Pendampingan Anak yang Menikah Dini, Upaya Tekan Perceraian dan Putus Sekolah

“Pembeli tentu pilih yang lebih murah, meski kualitas dan peruntukannya berbeda. Konsumen awam banyak yang tidak tahu bedanya,” ujar Rolis.

Data dari Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menunjukkan kebutuhan konsumsi gula nasional mencapai 3 juta ton per tahun, sementara kebutuhan industri makanan dan minuman sekitar 3,5–4 juta ton. Namun, kebocoran gula rafinasi ke pasar konsumsi diperkirakan mencapai 200–300 ribu ton per tahun.

Harapan terakhir petani kini tertuju pada program Dana Nasional Tebu Rakyat (DANANTARA). Pemerintah dijanjikan akan menyalurkan dana Rp1,5 triliun untuk menyerap gula rakyat.

“Kalau tidak segera turun, petani bisa bangkrut massal. Tahun depan mungkin banyak yang tidak berani tanam lagi,” tegas Rolis.

Di Bondowoso, sekitar 12 ribu hektare lahan tebu rakyat menggantungkan hidup pada hasil panen yang kini tertahan di gudang.

Masalah menumpuknya gula bukan hanya di Bondowoso. Data Kementerian Pertanian menyebutkan produksi gula nasional 2024 mencapai 2,37 juta ton, naik dari 2,23 juta ton tahun sebelumnya. Namun serapan pasar masih lemah, dan harga acuan pemerintah belum mampu bersaing dengan gula rafinasi impor.

Akibatnya, petani di banyak daerah mengeluh. Di Jawa Timur saja, menurut catatan APTRI Jatim, ada lebih dari 50 ribu ton gula petani yang belum terserap hingga Agustus 2025.

Bagi petani, tumpukan karung gula di gudang bukan hanya soal angka. Itu adalah keringat, harapan, dan masa depan keluarga.

Baca Juga:  Menko Airlangga Ingatkan Sinergi untuk Percepat Indonesia jadi Pusat Inovasi Global

“Kalau gula ini tidak segera dibeli, kami terpaksa gali utang lagi untuk bertahan hidup,” kata Sugiarto, petani tebu asal Curahdami, dengan nada getir.

Di tengah manisnya gula yang terbungkus rapi di gudang, ada getir panjang yang dirasakan petani. Mereka masih menunggu jawaban: apakah negara hadir untuk menyelamatkan nasib tebu rakyat, atau membiarkan manisnya gula hanya menjadi pajangan di gudang pabrik. (awi)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
APTRI Bondowoso GulaRakyat KrisisHargaGula PetaniTebu
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026 Ekonomi
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026 Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stagnan

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli, membantu warga rentan, dan mendukung UMKM.

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong UMKM Lokal

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi
Ilustrasi emas batangan (foto: Jingming Pan/unsplash)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp11.000 per Gram, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

3 Juli 2026 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.