Surabaya (beritajatim.id) – Isu kembalinya Marc Marquez ke Honda mulai kembali mengemuka, meski baru dua tahun sang juara dunia MotoGP meninggalkan pabrikan asal Jepang tersebut. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu kini tengah berada di puncak performa bersama Ducati, namun dinamika pasar pembalap MotoGP membuat masa depannya tetap menarik untuk disimak.
Sejak bergabung dengan Ducati, Marc Marquez terlihat menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Pada musim MotoGP 2025, pembalap asal Spanyol itu tampil dominan meski usianya telah menginjak 32 tahun. Prestasi tersebut membuktikan bahwa Marquez masih menjadi salah satu rider paling berpengaruh di grid.
Pasar pembalap MotoGP diprediksi akan memanas menjelang musim 2026 dan 2027, terutama dengan hadirnya regulasi baru. Dengan kontraknya yang akan segera berakhir, Marc Marquez disebut berpeluang hanya menandatangani kontrak jangka pendek bersama Ducati.
Langkah ini dinilai strategis agar ia bisa mengevaluasi kekuatan pabrikan saat regulasi baru MotoGP 2027 mulai diterapkan. Meski demikian, keputusan tersebut tetap mengandung risiko, mengingat persaingan antar pabrikan bakal semakin ketat.
Meski sempat berpisah, hubungan antara Marc Marquez dan Honda disebut tetap terjaga dengan baik. Honda tidak menyimpan konflik atau dendam terhadap sang pembalap, meskipun ia memilih hengkang dan bergabung dengan rival utama mereka.
Faktor perpisahan yang berlangsung secara baik-baik menjadi alasan utama mengapa peluang reuni masih terbuka. Marquez diketahui memiliki relasi yang kuat dengan banyak figur kunci di internal Honda, yang tentu akan menyambut positif jika sang juara dunia kembali.
Performa Honda juga menunjukkan tren positif. Pabrikan Jepang itu baru-baru ini naik ke Level C konsesi MotoGP, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengembangan motor dan daya saing tim.
Menjelang MotoGP 2027 yang akan menjadi era baru persaingan, Honda dinilai berpotensi kembali menjadi kekuatan utama. Situasi ini membuat Honda kembali masuk dalam daftar pabrikan yang layak dipertimbangkan oleh pembalap papan atas, termasuk Marc Marquez.
Aspek finansial juga tak bisa diabaikan. Marc Marquez berpeluang meminta peningkatan gaji saat negosiasi kontrak baru dengan Ducati. Namun, bersama Honda, ia diyakini bisa memperoleh nilai kontrak yang lebih besar, mengingat rekam jejak gaji fantastis yang pernah ia terima di sana.
Dengan kombinasi hubungan emosional, proyek teknis yang menjanjikan, serta potensi keuntungan finansial, reuni Marc Marquez dan Honda bukanlah hal mustahil untuk beberapa musim ke depan. (aga)


as a preferred source on Google




