Barcelona (beritajatim.id) — Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, kembali menjadi sorotan setelah tampil di bawah performa terbaiknya dalam laga El Clásico melawan Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (26/10/2025).
Sejumlah pihak menilai pemain berusia 18 tahun itu masih belum pulih sepenuhnya dari cedera pangkal paha (groin injury) yang telah dialaminya sejak akhir Agustus lalu.
Meski beberapa pengamat menyebut Yamal sedang berjuang menghadapi tekanan besar di laga besar, laporan dari media Spanyol Cadena Cope mengungkapkan bahwa sang pemain memang masih merasakan ketidaknyamanan ringan pada bagian paha dalam.
Riwayat Cedera yang Mengganggu Performa
Masalah cedera Yamal berawal sejak akhir Agustus, ketika ia merasakan nyeri setelah menjalani pertandingan bersama tim nasional Spanyol. Sepulang dari tugas internasional, ia dinyatakan mengalami cedera dan harus menepi selama dua pekan.
Setelah pulih, Yamal sempat kembali bermain menghadapi Real Sociedad dan Paris Saint-Germain, namun cedera kambuh dan membuatnya harus absen lagi selama tiga minggu.
Sumber internal Barcelona yang dikutip Cadena Cope menyebut, kondisi sang pemain belum 100% bugar, dan pihak klub kini sangat berhati-hati dalam menentukan beban latihan serta menit bermainnya.
Pendapat Mantan Fisioterapis Barcelona
Mantan fisioterapis Barcelona, Miguel Ángel Cos, turut memberikan penjelasan terkait kondisi Yamal. Dalam wawancaranya dengan Cadena SER (dikutip dari Sport), Cos menyebut cedera yang dialami Yamal bukan cedera otot biasa, melainkan cedera pertumbuhan yang sering dialami pemain muda yang sedang membangun massa otot.
“Ini terjadi di titik di mana otot perut bertemu dengan otot paha bagian atas. Jika tidak sejajar dengan sempurna, bisa menimbulkan rasa nyeri,” jelas Cos.
Ia menambahkan bahwa tidak ada solusi instan untuk cedera semacam ini selain istirahat, fisioterapi rutin, dan menghindari latihan eksplosif. Cos bahkan menyinggung bahwa Lionel Messi pernah mengalami masalah serupa dua kali selama di Barcelona, dan kala itu staf medis melarangnya bermain foot-tennis bersama Ronaldinho karena risiko memperparah cedera.
Kekhawatiran di Barcelona
Kondisi ini kini menjadi kekhawatiran utama bagi staf pelatih Barcelona dan manajemen klub. Meski pelatih dan asisten seperti Marcus Sorg menyatakan dukungan penuh, mereka sadar pentingnya menjaga kebugaran Yamal untuk jangka panjang.
Sebagai salah satu aset terbesar akademi La Masia, Yamal dianggap sebagai pemain kunci masa depan Barcelona. Oleh karena itu, klub berupaya menyeimbangkan kebutuhan kompetitif dengan pemulihan fisiknya.
Lamine Yamal masih memiliki waktu untuk memulihkan diri dan kembali ke performa terbaiknya. Barcelona kini menaruh harapan besar pada proses pemulihan sang bintang muda agar bisa kembali menjadi pembeda dalam pertandingan besar, baik di La Liga maupun Liga Champions.
Kesabaran dan manajemen kebugaran akan menjadi kunci agar Yamal dapat berkembang tanpa terhambat cedera yang kerap menghantui pemain muda berbakat. (ris)


as a preferred source on Google




