Tangerang (beritajatim.com)– Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Pusat Laznas PPPA Daarul Qur’an, Tangerang, Kamis (28/5/2026).
Di tengah semangat menyambut Idul Adha, puluhan pengemudi ojek online perempuan menerima paket daging kurban dalam program bertajuk “Dari Perempuan untuk Perempuan”.
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus kepedulian terhadap perempuan pekerja informal yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Program tersebut menghadirkan momen yang penuh kehangatan. Para penerima manfaat yang sehari-hari bekerja mengantarkan pesanan pelanggan kini justru menjadi pihak yang menerima perhatian dan bantuan. Penyaluran daging kurban dilakukan secara langsung oleh jajaran Laznas PPPA Daarul Qur’an, termasuk Direktur Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih.
Menurut Dwi, program ini lahir dari kepedulian terhadap perempuan-perempuan tangguh yang kerap luput dari perhatian, meskipun setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah berbagai tantangan pekerjaan di jalanan.
“Mereka berangkat pagi, pulang sore. Hujan, panas, tetap jalan. Di balik helm itu ada anak yang harus disekolahkan, orang tua yang harus dinafkahi. Hari ini, giliran kami yang menjaga mereka,” ujar Dwi Kartika Ningsih.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pembagian daging kurban. Dwi bersama tim juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pengemudi perempuan, mendengarkan cerita perjuangan mereka, menanyakan kondisi keluarga, hingga menyampaikan doa secara personal.
Salah satu penerima manfaat, Siti Aminah (38), pengemudi ojek online asal Ciledug yang telah bekerja selama empat tahun, mengaku terharu saat menerima paket daging kurban. Ibu dua anak itu menyebut pengalaman tersebut menjadi momen yang sangat berarti bagi dirinya.
“Biasanya kami yang mengantar pesanan qurban ke rumah orang. Baru kali ini dapat bagian. Rasanya… dihargai,” katanya dengan suara bergetar.
Program Kurban yang Mengedepankan Kepedulian Sosial
Bagi Laznas PPPA Daarul Qur’an, kurban bukan hanya tentang distribusi daging kepada masyarakat. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial dan memastikan kelompok rentan tetap merasakan kebahagiaan di hari raya.
Dwi menegaskan bahwa perempuan pekerja informal, khususnya pengemudi ojek online perempuan, merupakan kelompok yang memiliki peran besar dalam menopang ekonomi keluarga. Karena itu, mereka layak mendapatkan perhatian khusus.
“Qurban bukan hanya tentang daging. Ini tentang memastikan tidak ada yang merasa terlupa di hari raya. Apalagi perempuan yang berjuang sendiri untuk keluarga,” kata Dwi.
Pendekatan yang dilakukan dalam program ini dinilai memberikan dampak emosional yang lebih mendalam dibanding sekadar penyaluran bantuan. Para penerima manfaat tidak hanya menerima paket daging, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berbagi cerita dan merasakan penghargaan atas perjuangan mereka sehari-hari.
Amil Ikut Berkurban, Wujudkan Semangat Berbagi
Keistimewaan program kurban tahun ini juga datang dari partisipasi para amil atau karyawan Laznas PPPA Daarul Qur’an. Sebagian daging yang dibagikan kepada penerima manfaat berasal dari hasil patungan para amil yang secara sukarela menyisihkan rezeki mereka.
Langkah tersebut menjadi bentuk keterlibatan langsung para pengelola lembaga dalam semangat berbagi kepada sesama. Tidak hanya menjalankan amanah donatur, para amil juga ingin merasakan pengalaman menjadi shahibul kurban.
“Ini bentuk rasa memiliki kami terhadap amanah ini. Kami melayani donatur, tapi kami juga ingin merasakan apa yang dirasakan donatur — yaitu berbagi. Jadi daging yang sampai ke ibu-ibu driver hari ini, sebagian adalah hasil patungan kami para amil,” jelas Dwi Kartika Ningsih.
Partisipasi para amil ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat kurban dapat tumbuh di seluruh elemen lembaga, mulai dari donatur, pengelola, hingga penerima manfaat.
Distribusi Kurban Menjangkau 29 Provinsi hingga Palestina
Program penyaluran kurban Laznas PPPA Daarul Qur’an tahun ini berlangsung dalam skala yang lebih luas. Hingga Kamis (28/5/2026), lembaga tersebut menghimpun 574 ekor domba dan kambing serta 95 ekor sapi. Selain itu, terdapat program patungan sapi 1/7 dan kurban domba yang ditujukan untuk wilayah pelosok.
Distribusi hewan kurban menjangkau 29 provinsi di Indonesia serta sejumlah wilayah di luar negeri, termasuk Palestina. Penyaluran diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti santri penghafal Al-Qur’an, yatim dhuafa, penyandang disabilitas, guru ngaji, masyarakat pelosok, hingga pekerja informal.
Melalui program ini, Laznas PPPA Daarul Qur’an berharap manfaat kurban tidak hanya dirasakan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ke depan, lembaga tersebut berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat dan memperkuat program distribusi kurban yang tepat sasaran. Dengan dukungan para donatur dan partisipasi berbagai pihak, semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha diharapkan terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, baik di Indonesia maupun di berbagai wilayah lainnya. (ted)


as a preferred source on Google




