Banjarmasin (beritajatim.com) — Maskapai penerbangan nasional Lion Air menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran fase pemulangan jemaah haji tahun 1446 Hijriah/2025 dari Arab Saudi menuju Indonesia, khususnya ke debarkasi Banjarmasin melalui Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor (BDJ).
Sebagai bagian dari kontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, Lion Air mengoperasikan 13 kloter penerbangan yang terdiri dari 6 kloter dari Jeddah pada 14–24 Juni 2025 dan 7 kloter dari Madinah pada 26 Juni–8 Juli 2025.
“Lion Air berkomitmen penuh untuk memastikan pelayanan pemulangan jemaah haji berjalan aman, tepat waktu, dan ramah, khususnya bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air.
Komitmen pada Haji Ramah Lansia dan Disabilitas
Mendukung tema “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas” yang diusung Kementerian Agama RI tahun ini, Lion Air menyediakan berbagai fasilitas dan layanan inklusif yang dirancang untuk kenyamanan seluruh jemaah, termasuk:
Pelayanan prioritas dan pendampingan khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Jalur khusus dan kursi roda yang tersedia di bandara.
Pelatihan kru kabin dan staf darat agar lebih empatik dan memahami kebutuhan khusus.
Penataan tempat duduk dan penanganan bagasi yang memperhatikan kenyamanan mobilitas jemaah.
“Kami ingin memberikan pengalaman penerbangan haji yang nyaman dan inklusif. Pelayanan kepada jemaah yang membutuhkan perhatian khusus menjadi fokus utama kami,” tegas Danang.
Armada Andal dan Skema Operasional Efisien
Untuk mendukung efisiensi dan kesiapan operasional, Lion Air telah menyiapkan empat armada Airbus A330 berbadan lebar. Rinciannya adalah satu unit siaga di Jeddah, satu di Madinah, dan dua unit di Banjarmasin, dengan satu pesawat aktif melayani dan satu lainnya dalam kondisi standby sebagai cadangan.
Jenis pesawat yang digunakan yaitu Airbus A330-300 dan A330-900NEO, yang terkenal dengan kapasitas besar dan kenyamanan jarak jauh.
“Meskipun satu pesawat cukup untuk satu kloter, kami menyiagakan armada tambahan guna memastikan fleksibilitas dan kenyamanan operasional. Ini bentuk antisipasi kami terhadap kemungkinan kendala teknis,” jelas Danang.
Jaminan Keamanan dan Dukungan Lintas Sektor
Seluruh armada Lion Air yang digunakan dalam pemulangan jemaah telah melalui inspeksi dan perawatan ketat oleh Batam Aero Technic, unit MRO bersertifikat internasional dari Lion Group. Hal ini menegaskan komitmen maskapai dalam memenuhi standar keselamatan penerbangan yang tinggi.
Lion Air juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran operasional ini, termasuk Kementerian Agama RI, Kementerian Perhubungan RI, Angkasa Pura Indonesia (InJourney), AirNav Indonesia, serta para petugas haji.
“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam mewujudkan layanan haji yang optimal. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini,” pungkas Danang.
Lion Air berharap seluruh jemaah haji dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan membawa pulang pengalaman ibadah yang penuh makna. (ted)

as a preferred source on Google




