Turin (beritajatim.id) – Spekulasi transfer mengemuka setelah raksasa Italia, Juventus, dilaporkan tertarik memboyong kiper utama Liverpool, Alisson Becker, pada bursa musim panas mendatang.
Alisson telah menjadi penjaga gawang nomor satu Liverpool sejak didatangkan dari AS Roma pada musim panas 2018. Sejak saat itu, kiper asal Brasil tersebut mencatatkan lebih dari 300 penampilan kompetitif dan berperan penting dalam berbagai gelar bergengsi, termasuk dua trofi Premier League dan satu Liga Champions.
Dengan sisa kontrak kurang dari 18 bulan, Juventus melihat peluang untuk menawarkan tantangan baru bagi kiper berusia 33 tahun tersebut. Namun, situasi finansial klub asal Turin itu menjadi faktor krusial.
Liga Champions Jadi Penentu Manuver Juventus
Laporan media Inggris menyebutkan bahwa Juventus akan kesulitan merealisasikan transfer jika gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Saat ini, tim asuhan Luciano Spalletti berada di posisi kelima klasemen Serie A dan terpaut empat poin dari zona empat besar.
Kegagalan tampil di kompetisi elite Eropa berpotensi menimbulkan dampak finansial signifikan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengakhiri ambisi Juventus untuk mendatangkan Alisson.
Bahkan jika mereka berhasil finis di empat besar, upaya membujuk Liverpool tetap diperkirakan tidak mudah.
Liverpool Tak Berniat Melepas Kiper Utama
Meski kontrak Alisson memasuki 12 bulan terakhir pada musim panas nanti, manajemen Liverpool dikabarkan belum memiliki rencana untuk menjual sang penjaga gawang.
Alisson disebut masih merasa nyaman di Anfield dan menjadi bagian penting dalam proyek pelatih anyar Arne Slot. Dengan performa konsisten dan reputasi sebagai salah satu kiper terbaik di Premier League, Liverpool dinilai tak memiliki urgensi untuk melepasnya.
Kecuali ada tawaran besar yang sulit ditolak, kemungkinan transfer pada musim panas 2026 tergolong kecil.
Mamardashvili Belum Sepenuhnya Siap Gantikan Peran
Secara teori, Liverpool sudah menyiapkan suksesor setelah merekrut Giorgi Mamardashvili musim panas lalu. Kiper asal Georgia itu sebelumnya membangun reputasi kuat di La Liga bersama Valencia.
Namun, performanya musim ini dinilai belum sepenuhnya meyakinkan, terutama dalam aspek distribusi bola dari lini belakang. Berbeda dengan Alisson yang dikenal nyaman memainkan bola dengan kaki dan menjadi bagian integral dalam skema build-up modern Liverpool.
Situasi tersebut membuat Arne Slot diyakini masih mengandalkan pengalaman dan kualitas Alisson sebagai pilihan utama di bawah mistar.
Masa Depan Alisson: Bertahan atau Tantangan Baru?
Dengan status Liverpool sebagai juara bertahan Premier League dan proyek jangka panjang yang sedang dibangun, peluang Alisson bertahan di Anfield masih terbuka lebar.
Bagi Juventus, peluang transfer sangat bergantung pada performa mereka di sisa musim Serie A serta kondisi finansial klub. Hingga saat ini, sinyal terkuat justru menunjukkan bahwa Liverpool tetap teguh mempertahankan salah satu aset terpentingnya.
Perkembangan negosiasi dan dinamika kontrak Alisson dipastikan menjadi salah satu isu panas jelang bursa transfer musim panas 2026. (aga)


as a preferred source on Google




