Jakarta (beritajatim.id) – Megawati Hangestri Pertiwi terus mencuri perhatian dunia dengan performa luar biasanya di Liga Voli Korea Selatan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Julukan Megatron yang disematkan padanya bukan sekadar nama, melainkan representasi dari dominasinya di lapangan.
Keberhasilan Megawati menembus kompetisi voli Korea Selatan menjadi momentum besar bagi dunia voli Indonesia.
Pemain berusia 25 tahun ini tidak hanya tampil mengesankan di klubnya, tetapi juga menarik perhatian penggemar voli dari berbagai negara. Bahkan, Megawati menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bermimpi untuk berkarier di luar negeri.
Fenomena Megawati di Proliga dan Liga Voli Korea
Kehadiran Megawati di berbagai kompetisi selalu menyedot animo besar, termasuk saat ia tampil di Proliga Indonesia. Di Palembang, misalnya, ribuan penonton memadati GOR PSCC untuk menyaksikan aksinya. Fenomena ini juga terjadi di Jakarta saat laga ekshibisi antara Red Sparks dan Indonesia All Star di Indonesia Arena.
Prestasi Megawati di Liga Voli Korea Selatan semakin menegaskan namanya di level internasional. Dalam musim debutnya (2023/2024), ia sukses membawa Red Sparks finis di peringkat ketiga—pencapaian terbaik klub dalam tujuh tahun terakhir.
Megawati juga menjadi pemain kunci dalam kemenangan beruntun Red Sparks yang mencapai tujuh laga, rekor terpanjang klub dalam 15 tahun.
Statistik Gemilang di Liga Voli Korea
Keberhasilan Megawati tidak hanya terlihat dari performa tim, tetapi juga pencapaiannya secara individu. Sepanjang musim, ia mencatatkan 736 poin dari 35 pertandingan dan 132 set, menempatkannya di posisi ketujuh daftar pencetak poin terbanyak.
Dari segi efektivitas serangan, ia berada di peringkat keempat dengan persentase serangan mencapai 43,95 persen. Tak heran jika Megawati dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Putaran Pertama Liga Korea.
Perjalanan Karier: Dari Indonesia hingga Korea
Megawati sudah menunjukkan potensinya sejak usia muda. Lahir di Jember, Jawa Timur, pada 20 September 1999, ia memulai karier profesionalnya di Livoli Divisi Utama bersama Surabaya Bank Jatim pada 2015. Setelah itu, ia memperkuat berbagai klub Indonesia, termasuk Jakarta Pertamina Fastron dan Bandung BJB Tandamata.
Keputusannya untuk merantau ke luar negeri dimulai saat bergabung dengan Supreme Chonburi-E.Tech di Liga Thailand musim 2020/2021. Setelahnya, ia juga bermain di Liga Vietnam sebelum akhirnya dipilih oleh Red Sparks melalui draft pemain Asia pada 2023.
Megawati dan Impian Menembus Liga Eropa
Setelah sukses di Asia, Megawati menargetkan karier di Eropa, terutama Liga Turki, yang dikenal sebagai salah satu liga voli terbaik di dunia.
“Saya ingin membuktikan bahwa pevoli Indonesia bisa bersaing di level internasional, bukan hanya di Asia, tetapi juga dunia,” ujar Megawati.
Selain mengukir prestasi di klub, Megawati juga menjadi pilar tim nasional Indonesia. Ia telah meraih berbagai medali di SEA Games dan ASEAN Grand Prix, serta penghargaan individu seperti Best Opposite Spiker di Asian Challenge Cup 2023.
Dukungan Keluarga hingga Media Korea
Di balik kesuksesannya, Megawati menyimpan kisah emosional tentang perjuangannya. Pada Februari 2023, ia kehilangan ayahnya, Maksum, yang selama ini menjadi sosok paling berpengaruh dalam kariernya.
Megawati mengakui bahwa tahun 2023 menjadi tahun terberat baginya. Namun, doa sang ayah terus menjadi sumber semangat bagi Megawati untuk terus berjuang.
Media Korea Selatan turut mengapresiasi Megawati, tidak hanya karena kemampuannya di lapangan, tetapi juga karakternya yang ceria dan positif. Media Donga menyebut bahwa Megawati selalu tersenyum saat bertanding, menciptakan atmosfer positif bagi timnya.
“Dia tidak hanya membawa keterampilan luar biasa, tetapi juga membangun suasana tim. Kepribadiannya yang ceria sangat menonjol, bahkan saat berada di bawah tekanan,” tulis Donga.
Pada akhirnya Megawati Hangestri Pertiwi telah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan tekad kuat bisa membawa atlet Indonesia bersaing di level tertinggi. Keberhasilannya di Liga Voli Korea Selatan dan pengakuan dunia terhadap bakatnya menjadi bukti nyata bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di panggung global. (hdl)


as a preferred source on Google




