Monako (beritajatim.id) – Duel sesama klub Prancis tersaji di babak knockout playoff UEFA Champions League saat AS Monaco menjamu juara bertahan Paris Saint-Germain di Stade Louis II, Selasa malam waktu setempat.
Pertemuan ini menjadi laga leg pertama yang sarat gengsi. Meski kerap bertemu di kompetisi domestik, ini merupakan bentrokan perdana kedua tim di ajang kontinental.
Monaco: Lolos Tipis, Bidik 16 Besar
Monaco kembali mencapai fase gugur Liga Champions untuk dua musim beruntun. Capaian tersebut cukup positif mengingat perjalanan mereka di fase liga tidak sepenuhnya mulus.
Tim asuhan Sebastien Pocognoli sempat melewati tiga laga awal tanpa kemenangan sebelum perlahan bangkit dengan dua kemenangan penting. Meski sempat dihantam kekalahan telak 1-6 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu, hasil imbang tanpa gol melawan Juventus pada laga terakhir memastikan mereka finis di posisi ke-21, hanya terpaut satu poin dari zona eliminasi.
Kini Monaco memburu tiket 16 besar untuk keenam kalinya dalam 11 partisipasi Liga Champions. Namun, mereka dibayangi catatan kurang apik di fase gugur setelah selalu tersingkir dalam lima duel dua leg terakhir, termasuk kekalahan agregat 3-4 dari Benfica musim lalu.
Meski demikian, performa kandang menjadi modal penting. Monaco tak terkalahkan dalam empat laga kandang terakhir di Liga Champions, dengan tiga di antaranya berakhir tanpa kebobolan.
PSG: Juara Bertahan dengan Tekanan Ekstra
Di kubu lawan, PSG datang dengan status juara bertahan namun tidak dalam kondisi ideal. Pasukan Luis Enrique finis di posisi ke-11 fase liga, dua poin di bawah zona lolos otomatis.
Hasil imbang 1-1 melawan Newcastle United pada laga terakhir membuat mereka harus melalui jalur playoff. Sebelumnya, PSG juga sempat tumbang 1-2 dari Sporting CP.
Di kompetisi domestik, Les Parisiens baru saja kalah 1-3 dari Stade Rennais, hasil yang membuat mereka turun ke posisi kedua klasemen Ligue 1. Mereka juga tersingkir dari Coupe de France usai kalah dari rival sekota, Paris FC.
Meski demikian, pengalaman PSG di fase gugur tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka memenangi 10 dari 15 laga knockout terakhir di Liga Champions dan mencatat tujuh kemenangan dalam 10 laga tandang terbaru di kompetisi ini.
Kondisi Skuad dan Pemain Kunci
Monaco diterpa badai cedera jelang laga penting ini. Sejumlah nama seperti Lukas Hradecky, Takumi Minamino, dan Mohammed Salisu masih menepi akibat cedera lutut. Eric Dier dan Paul Pogba juga absen karena masalah betis.
Aleksandr Golovin sempat mendapat kartu merah di liga domestik, namun sanksinya tidak berlaku di kompetisi Eropa sehingga ia berpeluang tampil.
Di sisi PSG, Quentin Ndjantou dipastikan absen, sementara Fabian Ruiz masih berkutat dengan cedera lutut. Namun Ousmane Dembele tetap menjadi ancaman utama setelah mencetak tiga gol dalam dua laga terakhir. Catatannya melawan Monaco cukup impresif dengan tujuh gol dalam sembilan pertemuan.
Prediksi Taktik dan Peluang
Monaco diprediksi mengandalkan organisasi pertahanan solid serta efektivitas serangan balik, memanfaatkan atmosfer kandang yang kerap menyulitkan PSG. Bek Thilo Kehrer, mantan pemain PSG, dipastikan memiliki motivasi tambahan menghadapi klub lamanya.
Sementara PSG kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola melalui trio lini tengah mereka, mengandalkan kecepatan Dembele dan kreativitas lini depan.
Secara kedalaman skuad dan pengalaman, PSG sedikit lebih diunggulkan untuk mencuri keunggulan tipis pada leg pertama. Namun, rekor kandang Monaco menunjukkan laga ini berpotensi berlangsung ketat dan penuh intensitas.
Pertarungan di Stade Louis II diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase playoff Liga Champions musim ini, dengan gengsi nasional dan ambisi Eropa sama-sama dipertaruhkan. (aga)


as a preferred source on Google




