Serang (beritajatim.id) – Otoritas Jasa Keuangan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal sebagai langkah strategis memperluas basis investor domestik sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan daerah. Upaya ini dilakukan melalui program edukasi terpadu yang menyasar berbagai lapisan masyarakat di Provinsi Banten.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat terhadap investasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya penawaran investasi ilegal. Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan edukasi keuangan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kamis (9/4/2026).
Program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar pada 8–10 April di Serang menjangkau berbagai segmen, mulai dari aparatur sipil negara, komunitas perempuan, hingga mahasiswa. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang instrumen investasi sekaligus memperkuat perlindungan terhadap potensi penipuan finansial.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 17,78 persen. Angka tersebut menandakan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap investasi yang benar, sehingga rentan terhadap praktik investasi bodong.
Di sisi lain, perkembangan jumlah investor menunjukkan tren positif. Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 24,4 juta, dengan sekitar 54 persen berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Di Provinsi Banten sendiri, jumlah investor tercatat sekitar 1,2 juta dan masuk dalam lima besar nasional.
Hasan Fawzi juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi, termasuk memahami profil risiko dan menghindari keputusan spekulatif. Ia menyoroti potensi volatilitas pasar, penyalahgunaan akun, hingga modus penipuan yang kerap menyamar sebagai investasi legal, baik di saham maupun aset kripto.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten menilai pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menyampaikan bahwa pasar modal tidak hanya menjadi sarana investasi, tetapi juga alternatif pembiayaan melalui instrumen seperti obligasi dan sukuk daerah.
Dari sisi akademik, Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Ia menilai pemahaman terhadap pasar modal kini menjadi kebutuhan dasar untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Rangkaian SEPMT 2026 di Banten mencakup sejumlah kegiatan edukatif, termasuk pelatihan bagi 1.000 ASN, edukasi untuk 500 peserta komunitas perempuan, kuliah umum yang diikuti lebih dari 2.000 mahasiswa, serta sosialisasi obligasi daerah kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Dengan kombinasi edukasi masif dan pertumbuhan investor yang signifikan, OJK optimistis pasar modal dapat menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi yang aman dan terukur. (hdl)


as a preferred source on Google




