Surabaya (beritajatim.id) – BRI Super League 2025/2026 resmi menuntaskan putaran pertama. Kemenangan Dewa United 3-0 atas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (12/1/2026) malam WIB, menjadi laga penutup paruh musim kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia tersebut.
Sejumlah kejutan mewarnai perjalanan paruh pertama BRI Super League musim ini. Persaingan ketat tidak hanya terjadi di papan atas klasemen, tetapi juga di zona bawah.
Persib Bandung tampil konsisten hingga pekan ke-17 dan sukses menyabet gelar juara paruh musim BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Maung Bandung itu memuncaki klasemen dengan 38 poin, hasil dari 12 kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan.
Tak hanya produktif, Persib juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini. Gawang Persib baru kebobolan 11 gol dari 17 pertandingan, menjadikannya yang paling solid di liga.
Performa impresif tersebut tidak lepas dari kontribusi pemain asing. Uilliam menjadi top scorer internal dengan tujuh gol, disusul Andrew Jung (empat gol), serta Luciano Guaycochea, Ramon Tanque, dan Federico Barba yang masing-masing menyumbang tiga gol.
Berbanding terbalik dengan Persib, Borneo FC justru mengalami penurunan grafik performa. Tim Pesut Etam gagal menjaga konsistensi hingga akhirnya harus turun dari puncak klasemen dan kini mengoleksi 37 poin, hanya terpaut satu angka dari Persib.
Seperti musim-musim sebelumnya, daftar pencetak gol terbanyak BRI Super League masih didominasi pemain asing. Hingga paruh musim, terdapat lima pemain impor yang bersaing di papan atas top scorer.
Maxwell (Persija Jakarta) dan Dalberto (Arema FC) memimpin daftar sementara dengan 10 gol. Di bawahnya, Mariano Peralta (Borneo FC) mencetak sembilan gol, disusul David da Silva (Malut United) dan Bruno Moreira (Persebaya Surabaya) yang sama-sama mengoleksi tujuh gol.
Persaingan menuju gelar juara semakin ketat dengan lima tim berada di jalur perebutan titel:
- Persib Bandung – 38 poin
- Borneo FC – 37 poin
- Persija Jakarta – 35 poin
- Malut United – 34 poin
- Persita Tangerang – 31 poin
Menariknya, Hendri Susilo menjadi satu-satunya pelatih lokal yang mampu bersaing di papan atas bersama Malut United. Sementara empat tim lainnya ditangani pelatih asing, yakni Bojan Hodak (Persib), Fabio Lefundes (Borneo FC), Mauricio Souza (Persija), dan Carlos Pena (Persita).
PSIM Yogyakarta mencuri perhatian pada musim debutnya di BRI Super League. Klub berjuluk Laskar Mataram itu tercatat sebagai tim promosi dengan performa terbaik.
Anak asuh Jean-Paul van Gastel menutup paruh musim di papan tengah, unggul dari sesama tim promosi seperti Bhayangkara FC yang berada di peringkat kesembilan (22 poin), serta Persijap Jepara yang terpuruk di dasar klasemen dengan sembilan poin.
Dari 17 laga, PSIM meraih delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan, dengan catatan 23 gol dan 18 kali kebobolan.
Selain bersaing di papan atas, Malut United menutup putaran pertama dengan status tim paling produktif. Laskar Kie Raha telah mencetak 33 gol, unggul dari Persija Jakarta (32 gol) dan Borneo FC (31 gol).
Rekor tersebut ditunjang sejumlah kemenangan besar, seperti saat Malut United menaklukkan Dewa United (3-1), Madura United (4-1), Persis Solo (3-1), dan membantai PSBS Biak (6-2). (aga)


as a preferred source on Google




