Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penempatan dana pemerintah di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah terserap sekitar 70 persen dan digunakan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif, termasuk properti dan otomotif.
Hal itu disampaikan Purbaya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Bank Mandiri baru-baru ini. Ia menyebut pihak bank berencana mengajukan tambahan penempatan dana untuk memperluas jangkauan pembiayaan ke sektor lain.
“Mungkin mereka minta lagi kalau bisa ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor yang lain, mungkin ke properti dan otomotif,” kata Purbaya, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Menurut Purbaya, Bank Mandiri menunjukkan kinerja positif dalam menyalurkan dana yang diterima pemerintah, dengan tingkat serapan mencapai 70 persen. Bank Mandiri diketahui menerima penempatan dana sebesar Rp55 triliun.
“Bagus sih, saya monitor dari uang yang kita kasih ke mereka, 70 persen sudah terserap, sudah disalurkan,” ujar mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Dampak Positif ke Perekonomian Nasional
Purbaya optimistis, total penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak 12 September 2025 akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kreditnya tumbuh dari 8 persen sekarang sudah hampir 11 persen, padahal belum satu bulan. Ini sinyal positif bahwa stimulus akan berjalan di ekonomi. Saya yakin triwulan IV ekonomi bisa tumbuh di atas 5,5 persen,” ujarnya.
Menurutnya, tren penyerapan dana yang cepat menunjukkan bahwa stimulus fiskal melalui sektor perbankan mulai berperan dalam memperkuat momentum pemulihan ekonomi domestik.
Rapor Sementara Penempatan Dana Pemerintah
Kementerian Keuangan sebelumnya merilis hasil rapor sementara penyerapan dana pemerintah yang ditempatkan di lima bank Himbara sejak 12 September 2025. Berdasarkan data per 9 Oktober 2025, tingkat serapan dana bervariasi:
- BTN: 19 persen dari Rp25 triliun (sekitar Rp4,75 triliun)
- BNI: 50 persen dari Rp55 triliun
- BSI: 55 persen dari Rp10 triliun
- BRI: 62 persen dari Rp55 triliun
- Bank Mandiri: 74 persen dari Rp55 triliun
Purbaya menilai angka-angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan efektivitas dalam penyaluran stimulus ekonomi melalui perbankan milik negara.
Dengan pencapaian tersebut, pemerintah berharap kebijakan penempatan dana dapat terus memperkuat likuiditas perbankan, memperluas akses pembiayaan ke sektor produktif, dan pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen pada kuartal IV 2025. (hdl)


as a preferred source on Google




