Jakarta (beritajatim.id) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan fasilitas dan layanan di Pelabuhan Merak, Banten, untuk menyambut momen Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Peninjauan ini dilakukan oleh Komisi V DPR RI bersama Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. (Purn) Suntana, dan PJ Gubernur Banten, Al Muktabar, pada akhir pekan lalu untuk memastikan kelancaran pelayanan di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni, salah satu jalur tersibuk selama libur akhir tahun.
Djunia Satriawan, Plt. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, menyampaikan bahwa proyeksi menunjukkan peningkatan volume kendaraan sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu, namun arus penyeberangan diperkirakan masih lancar.
“ASDP akan memastikan kesiapan penuh fasilitas pelabuhan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, sehingga pelayanan selama liburan tetap maksimal,” ujarnya.
Ketua rombongan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI, Boyman Harun, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di jalur Merak-Bakauheni yang selalu padat pada musim liburan.
“Kunjungan ini penting untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi dan mencari solusi terbaik, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan optimal selama Nataru,” kata Boyman.
Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. (Purn) Suntana, mengapresiasi kehadiran Komisi V DPR dalam kunjungan ini. Ia berharap kunjungan tersebut mampu mengidentifikasi kendala operasional yang sempat muncul pada masa Angkutan Lebaran, seperti pengaturan tiket dan antrean kendaraan.
“Dukungan Komisi V sangat krusial bagi evaluasi dan peningkatan layanan di Pelabuhan Merak. Harapannya, kendala yang dihadapi pada periode sebelumnya dapat teratasi melalui langkah-langkah tepat,” jelas Suntana.
Untuk mendukung layanan penyeberangan yang lancar, ASDP telah menghadirkan aplikasi Ferizy yang memudahkan masyarakat dalam pemesanan tiket secara online, sehingga antrean dapat diminimalisir.
Sejak diluncurkan pada 2020, Ferizy mengalami pertumbuhan pengguna signifikan, mencapai lebih dari 2,5 juta pengguna per September 2024. Tiket dapat dibeli hingga 60 hari sebelum keberangkatan, dan metode pembayaran semakin bervariasi, mencakup e-wallet, virtual account, hingga pembelian melalui OTA seperti tiket.com.
Selain itu, ASDP terus memperkuat kapasitas di Pelabuhan Merak melalui integrasi dermaga dengan Pelabuhan Indah Kiat, menambah daya tampung hingga 500 kendaraan kecil. ASDP juga mengoperasikan ASDP Operation Control Center (AOCC) sebagai pusat koordinasi cepat bersama seluruh pemangku kepentingan. Selama Nataru, uji coba layanan self-check-in akan dilaksanakan untuk mempercepat proses masuk ke kapal.
“Kami optimistis dengan berbagai langkah ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan cepat selama liburan Nataru,” pungkas Djunia Satriawan. (ted)


as a preferred source on Google




