Jakarta (beritajatim.id) — Dewan Pengurus Pusat Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) resmi menetapkan delapan program prioritas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kamis (30/4/2026).
Langkah ini menjadi strategi utama untuk memperkuat daya saing industri event nasional di tengah tantangan global.
Rakernas mengusung tema “Menyatukan Arah, Menguatkan Peran” dan dihadiri perwakilan Dewan Pengurus Daerah (DPD) IVENDO dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penetapan delapan program unggulan dari lebih dari 30 usulan yang dihimpun dari pengurus pusat dan daerah.
Ketua DPP IVENDO, Irvan Mahidin Sukamto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus atas kontribusi dalam mengembangkan organisasi sejak berdiri pada 2018.
“Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai arah industri, izinkan saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota IVENDO di seluruh Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2018, IVENDO terus bertumbuh dan saat ini telah hadir di 22 provinsi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata komitmen dan kerja kolektif pengurus daerah dalam membangun organisasi di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Om Ipank itu menyoroti pentingnya penguatan sistem dan standarisasi dalam industri event nasional. Menurutnya, banyak persoalan yang muncul saat ini berada di luar sistem yang terstruktur.
“Sebagian besar permasalahan yang terjadi di industri event saat ini berada di luar sistem dan standar yang ada. Karena itu, yang perlu kita perkuat bukan sekadar respons terhadap kasus, tetapi sistem yang mampu menjaga kualitas industri secara menyeluruh,” lanjutnya.
Melalui Rakernas ini, IVENDO menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem industri event yang lebih profesional, berstandar, dan berdaya saing tinggi. Delapan program prioritas yang ditetapkan diharapkan menjadi panduan strategis dalam satu tahun ke depan, sekaligus memperkuat ketahanan industri di tengah dinamika ekonomi global.
Program tersebut terbagi dalam dua fokus utama, yaitu strategic dan execution.
Pada aspek strategic, IVENDO akan memprioritaskan:
1. Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan, sertifikasi, dan standarisasi profesi event
2. Penguatan komunikasi dan koordinasi antara DPP dan DPD secara rutin dan terstruktur
3. Penguatan organisasi serta tata kelola DPD, termasuk restrukturisasi dan aktivasi keanggotaan
4. Pengembangan database dan platform digital (IVENDO Connect & IMVD) berbasis data valid
Sementara pada aspek execution, program difokuskan pada:
1. Peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder untuk mendukung program dan pembiayaan
2. Implementasi standarisasi industri event nasional guna meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas
3. Penguatan ekosistem industri event melalui kemitraan dan investasi
4. Aktivasi program nasional sebagai penghubung DPP–DPD, seperti sertifikasi gratis, program “RASA KITA”, dan program percontohan
“Proses penyaringan program dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan riil pelaku industri di berbagai daerah. Proses ini didahului dengan Pra-Rakernas yang dilaksanakan secara daring pada 20–21 April 2026 dan diikuti oleh seluruh DPD IVENDO se-Indonesia,” ujar Evan Saepul Rohman selaku Sekretaris Jenderal DPP IVENDO.
Sejak berdiri pada 9 Mei 2018, IVENDO secara konsisten mengedepankan semangat kemandirian dan kolaborasi yang inklusif bersama berbagai mitra strategis.
Dalam Rakernas ini juga terungkap adanya optimisme yang cukup kuat dari pelaku industri event terhadap prospek ekonomi 2026. Berdasarkan survei internal IVENDO, sekitar 60–65 persen pelaku industri menyatakan optimistis, meskipun angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 80 persen.
Penurunan ini dipandang sebagai dampak dari tekanan ekonomi global dan regional yang mempengaruhi industri event nasional, terutama terhadap penurunan omzet. Namun demikian, mayoritas pelaku industri tetap melihat peluang pemulihan seiring potensi peningkatan aktivitas pemerintah dan sektor swasta dalam beberapa bulan mendatang.
Salah satu isu penting yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kehadiran pelaku industri event asing di pasar domestik, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Kehadiran pelaku dari negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura dinilai memperketat persaingan di industri ini.
Menjawab tantangan tersebut, IVENDO berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM melalui sertifikasi, memperkuat perlindungan risiko kerja, serta mengembangkan ekosistem industri event nasional yang lebih kuat dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, IVENDO juga menyepakati kerja sama strategis melalui kontrak payung dengan InJourney Aviation Services (IAS) untuk memberikan layanan khusus bagi seluruh anggota IVENDO.
Selain itu, IVENDO turut mendukung program pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial ekonomi bagi pekerja, termasuk mendorong pemanfaatan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh anggota.
Melalui Rakernas ini, IVENDO menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak utama dalam membangun industri event Indonesia yang profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.(ted)


as a preferred source on Google




