Madrid (beritajatim.id) – Masa depan Real Madrid bersama pelatih Alvaro Arbeloa kian berada di ujung tanduk setelah kegagalan mereka di berbagai kompetisi musim ini. Kekalahan dari Bayern Munich di Liga Champions menjadi pukulan terakhir yang memperbesar peluang perpisahan kedua pihak.
Hasil tersebut memastikan Real Madrid menutup musim tanpa gelar. Di kompetisi domestik, performa mereka juga belum mampu bersaing dengan Barcelona yang unggul cukup jauh dalam perburuan gelar La Liga. Situasi ini menandai musim mengecewakan kedua secara beruntun bagi klub berjuluk Los Blancos.
Sejak sebelum laga kontra Bayern, posisi Arbeloa sebenarnya sudah berada dalam tekanan. Manajemen klub disebut menjadikan performa di Liga Champions sebagai penentu utama kelanjutan kariernya. Dengan kegagalan melaju lebih jauh, peluang untuk memperpanjang masa jabatannya praktis tertutup.
Meski Arbeloa sempat menunjukkan sikap tenang terkait masa depannya usai pertandingan di Munich, laporan media menyebut keputusan klub hampir pasti mengarah pada pergantian pelatih. Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions menjadi dasar utama pertimbangan manajemen.
Kini, perhatian Real Madrid mulai beralih ke persiapan musim depan. Selain rencana perekrutan pemain baru, fokus utama adalah menentukan sosok pelatih yang akan memimpin tim. Presiden klub, Florentino Perez, dikabarkan telah mengantongi sejumlah nama kandidat.
Beberapa pelatih top Eropa masuk dalam radar, di antaranya Jurgen Klopp, Zinedine Zidane, Didier Deschamps, dan Mauricio Pochettino. Dari sejumlah nama tersebut, Pochettino disebut sebagai kandidat paling realistis, meski Klopp tetap menjadi target utama.
Keputusan akhir mengenai kursi pelatih diperkirakan akan segera diambil dalam waktu dekat. Dengan musim yang praktis telah berakhir, Real Madrid kini dihadapkan pada momentum krusial untuk melakukan restrukturisasi demi mengembalikan daya saing mereka di level domestik maupun Eropa. (aga)


as a preferred source on Google




