Jakarta (beritajatim.id) – Timnas Futsal Iran kembali melangkah ke partai puncak Piala Asia Futsal 2026. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Timnas Futsal Indonesia pada laga final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Bagi Timnas Futsal Indonesia, partai ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya mereka tampil di final Piala Asia Futsal. Sebaliknya, bagi Iran, tampil di laga pamungkas sudah menjadi rutinitas yang kerap mereka jalani sepanjang sejarah turnamen.
Iran tercatat sebagai tim paling dominan di ajang Piala Asia Futsal. Mereka memegang rekor juara terbanyak dengan koleksi 13 gelar. Hingga kini, hanya dua negara yang pernah merasakan gelar juara, yakni Iran dan Jepang. Jepang sendiri mengoleksi empat titel juara.
Dari total 17 edisi Piala Asia Futsal yang telah digelar, Iran mampu menembus partai final sebanyak 15 kali. Mereka hanya gagal mencapai final pada edisi 2006 dan 2012, di mana Iran harus puas finis di peringkat ketiga.
Meski dominan, sejarah mencatat Iran bukan tim yang tak terkalahkan di final. Dari 15 kali tampil di laga puncak, Iran pernah dua kali menelan kekalahan, dan seluruhnya terjadi saat berhadapan dengan Jepang.
Kekalahan pertama dialami Iran pada final Piala Asia Futsal 2014 di Vietnam. Laga berakhir imbang 2-2 hingga waktu normal, sebelum Jepang keluar sebagai juara setelah menang 3-0 dalam adu penalti.
Kekalahan kedua terjadi pada edisi 2022 di Kuwait. Saat itu, Iran harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor tipis 2-3 di partai final.
Sementara pada edisi terakhir tahun 2024 yang digelar di Thailand, Iran kembali menunjukkan dominasinya dengan menaklukkan tuan rumah 4-1 di laga puncak.
Kini, skenario menarik kembali tersaji. Iran kembali menghadapi tuan rumah di final Piala Asia Futsal 2026. Bedanya, kali ini lawan mereka adalah Timnas Futsal Indonesia yang tengah berada dalam momentum terbaik setelah menyingkirkan Jepang di semifinal.
Catatan sejarah tersebut menjadi bukti bahwa Iran bukan tim yang mustahil untuk dikalahkan di final. Tantangan berat memang menanti, namun peluang selalu terbuka bagi Indonesia untuk menciptakan kejutan dan menorehkan sejarah baru di hadapan publik sendiri. (aga)


as a preferred source on Google




