Kinshasa (Beritajatim.id) – Dunia olahraga adu jotos kembali dikejutkan dengan rencana pertemuan dua ikon terbesar dalam sejarah tinju modern. Mantan juara dunia kelas berat, Mike Tyson, dan legenda tak terkalahkan, Floyd Mayweather Jr., dilaporkan telah sepakat untuk bertarung dalam laga ekshibisi yang dijadwalkan pada 25 April 2026.
Pertarungan ini tidak hanya menarik karena nama besar kedua petinju, tetapi juga pemilihan lokasi yang sarat nilai historis. Duel ini rencananya akan digelar di Republik Demokratik Kongo, tempat yang sama di mana Muhammad Ali mencatatkan sejarah menumbangkan George Foreman dalam peristiwa Rumble in the Jungle tahun 1974 silam.
Pertarungan Lintas Dimensi
Rencana duel ini mematahkan logika kelas berat badan yang selama ini menjadi pakem tinju profesional. Tyson, yang dikenal sebagai “The Baddest Man on the Planet” dengan bobot kelas berat, akan berhadapan dengan Mayweather, raja kelas welter yang mengandalkan kecepatan dan pertahanan taktis.
Meski usia keduanya tak lagi muda—Tyson menginjak 59 tahun dan Mayweather 48 tahun—daya tarik komersial keduanya dinilai masih sangat tinggi. Laga ini diproyeksikan menjadi tontonan lintas generasi yang mempertemukan kekuatan brutal melawan kecerdasan ring.
Klaim Tyson: “Dia yang Menantang Saya”
Dalam keterangannya kepada media, Mike Tyson menepis anggapan bahwa dirinya yang mengejar pertarungan ini demi bayaran pasca-kekalahannya dari Jake Paul pada akhir 2024 lalu.
“Saya sedang diam dan tidak mengganggu siapa pun, tapi dia (Mayweather) yang menantang saya. Jadi, pertarungan ini terjadi,” tegas Tyson. Pernyataan ini sekaligus memanaskan tensi, mengingat Mayweather dikenal sangat selektif dalam memilih lawan untuk menjaga rekor “50-0” miliknya, meskipun status laga ini adalah ekshibisi.
Format Pertarungan
Berdasarkan bocoran yang beredar, format duel kemungkinan besar akan menyesuaikan usia dan keselamatan kedua legenda:
- Durasi: 8 ronde.
- Waktu: 2 menit per ronde (bukan 3 menit reguler).
- Status: Ekshibisi tanpa juri resmi, kemenangan hanya ditentukan jika terjadi Knockout (KO).
Hingga berita ini diturunkan, detail mengenai promotor dan hak siar Pay-Per-View (PPV) masih dalam tahap finalisasi. Namun, kepastian tanggal dan lokasi di Kinshasa telah memicu antusiasme global, menjadikannya salah satu agenda olahraga paling dinanti di tahun 2026.


as a preferred source on Google




