Solo (beritajatim.id) – Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) menargetkan pengiriman 130 sampel urine atlet PEPARNAS XVII ke laboratorium WADA di Bangkok, Thailand. Langkah ini adalah bentuk komitmen kuat Indonesia untuk memastikan kompetisi berlangsung sesuai regulasi anti-doping internasional.
Ketua Umum IADO, Gatot S. Dewa Broto, dalam konferensi pers di Media Center PEPARNAS XVII Solo, menjelaskan bahwa hasil pengujian sampel ini akan diumumkan dalam enam bulan. Ia juga menegaskan pentingnya tes doping tidak hanya pada urine, tetapi juga darah untuk hasil lebih komprehensif.
“Kami percaya para atlet di PEPARNAS XVII mematuhi aturan doping,” ujar Gatot. Sebelumnya, kasus doping ditemukan pada PEPARNAS di Jawa Barat 2016 dan Papua 2021.
Sinergi antara IADO, NPC Indonesia, dan Panitia PEPARNAS XVII diakui sangat penting dalam menjaga penyelenggaraan sesuai standar WADA. Ajang ini diadakan di berbagai lokasi di Jawa Tengah, melibatkan 4.625 atlet dan ofisial, serta mempertandingkan 20 cabang olahraga.
PEPARNAS XVII menjadi momen penting untuk memperkuat prinsip fair play dan sportifitas dengan memastikan ajang bebas doping. (hdl)


as a preferred source on Google




