Mojokerto (Beritajatim.com) – Stasiun Mojokerto mencatat lonjakan jumlah penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dalam periode 11 Maret (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10), total sebanyak 37.200 penumpang menggunakan layanan kereta api, baik untuk arus mudik maupun balik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.909 penumpang tercatat berangkat, sementara 18.291 penumpang datang. Angka ini meningkat 13 persen dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025 yang melayani 32.825 penumpang.
Puncak arus mudik di Stasiun Mojokerto terjadi pada 19 Maret 2026 dengan total 2.073 penumpang, terdiri dari 1.252 penumpang naik dan 821 penumpang turun. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 25 Maret 2026 dengan total 2.247 penumpang.
Terdiri dari 1.008 penumpang naik dan 1.239 penumpang turun. Tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api dinilai sebagai bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan yang semakin aman, nyaman, dan tepat waktu.
Stasiun Mojokerto sendiri merupakan salah satu stasiun utama yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya untuk perjalanan jarak jauh menuju kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, selama periode Angkutan Lebaran 2026, pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan. “Berbagai peningkatan kami lakukan,” ungkapnya, Jumat (10/4/202.
Mulai dari kebersihan area stasiun dan kereta, kesiapan sarana, kemudahan akses informasi, hingga penguatan layanan digital untuk pemesanan tiket dan informasi perjalanan. Selain itu, petugas pelayanan juga disiagakan untuk membantu pelanggan, termasuk lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
KAI Daop 8 Surabaya juga memastikan keandalan operasional dengan melakukan pemeriksaan ekstra terhadap prasarana seperti rel, jembatan, dan sistem persinyalan guna menjamin keselamatan perjalanan di tengah tingginya mobilitas selama musim Lebaran.
Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 ini turut didukung oleh sinergi berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta relawan yang berperan dalam pengamanan dan pelayanan di stasiun maupun di atas kereta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudik dan baliknya menggunakan kereta api, serta kepada seluruh petugas, TNI, Polri, dan relawan yang telah bekerja keras. Alhamdulillah, seluruh perjalanan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tambahnya.
Dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan inovasi guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. [tin/ted]


as a preferred source on Google




