Surabaya (beritajatim.com) – Pada hari Selasa, 7 Desember 2023, sebuah seminar dengan tema “Menyusuri Tantangan Demokrasi Indonesia” diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi (GMPD) di Guest House universitas Brawijaya.
Seminar ini menghadirkan narasumber Prof. Maruarar Siahaan, S.H,M.H (mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Periode 2003-2008),
Airlangga Pribadi (Dosen Fisip UNAIR dan Penulis Buku Merahnya Ajaran Bung Karno), dan Dr. Demas Brian Wicaksono, S.H, M.H Direktur PRESISI (penstudi reformasi untuk demokrasi dan anti-korupsi) menjadi pembicara.
Tujuan dari seminar ini adalah untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan generasi muda tentang pentingnya demokrasi di tengah krisis yang melanda Indonesia saat ini.
Prof. Maruarar menekankan bahwa demokrasi tidak akan berjalan dengan adil jika kebebasan berekspresi terus ditekan seperti yang terjadi sekarang, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan tindakan anti-demokrasi.
Dr. Demas Brian juga memberikan analisis hukum tentang adanya indikasi penyelundupan hukum dalam proses pemilu 2024, mulai dari perkara batas usia capres-cawapres, kemudian Putusan 90 Mahkamah Konstitusi yang bermasalah yang membuka pintu bagi Gibran menjadi cawapres. “Hingga KPU yang berulang kali memaksakan kehendaknya dalam hal pendaftaran Prabowo gibran dan perubahan format debat capres-cawapres,” kata Demas.
Ini semua menunjukkan bahwa presiden benar-benar ingin menjadikan pemilu sebagai ajang cawe-cawe.
Salah satu cita-cita reformasi adalah negara yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Namun, kondisi saat ini tampaknya jauh dari cita-cita tersebut.
Di akhir seminar, forum sepakat untuk membentuk langkah-langkah aksi konkret yang akan dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi (GMPD) dalam menghadapi tantangan demokrasi Indonesia di tengah penyelundupan hukum dan campur tangan oleh aparat negara terhadap rakyat.
Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi (GMPD) juga mengeluarkan pernyataan sikap yang berisi
“[DEKLARASI SELAMATKAN DEMOKRASI]
Kami dari berbagai latar belakang generasi, khususnya Generasi Muda Indonesia yang mendukung demokrasi
Dengan ini kami menyatakan menolak segala bentuk intimidasi, kolusi dan nepotisme dalam masalah politik dan hukum pemilu 2024.
Kami berkomitmen untuk menjaga integritas sistem demokrasi dan cita-cita reformasi serta melawan segala bentuk ancaman terhadap prinsip-prinsip demokrasi.”
Pernyataan sikap ini diharapkan dapat menjadi awal dari perjuangan mahasiswa dan generasi muda dalam merealisasikan cita-cita reformasi dalam upaya mengembalikan Indonesia yang demokratis. (ted)


as a preferred source on Google



