Surabaya (beritajatim.id) – Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Menurut laporan terbaru dari We Are Social pada bulan Januari 2024, tercatat ada 185 juta individu yang menggunakan internet di Indonesia. Angka tersebut setara dengan 66,5 persen dari total populasi nasional yang mencapai 278,7 juta orang. Dibandingkan dengan Januari 2023, jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,5 juta orang atau naik sebesar 0,8 persen.
Menyikapi fenomena ini, Riesta Ayu Oktarina, M.Ikom, Dosen Ilmu Komunikasi dari Stikosa-AWS, menyatakan bahwa dalam kondisi multi-keberagaman seperti di Indonesia, menjaga persatuan dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika tidaklah mudah bagi pengguna internet.
Riesta menyebutkan beberapa fenomena yang dapat mempengaruhi keberagaman di ruang digital, termasuk hoaks, radikalisme, cyber bullying, dan cyber crime.
Oleh karena itu, menurut Riesta Ayu, diperlukan individu yang terampil dalam bermedia digital untuk menjaga persatuan dalam keberagaman tersebut. Individu tersebut harus mampu menguasai perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital, seperti mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan, media sosial, serta aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital.
“Generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab di ruang digital untuk saling bertukar informasi, mempelajari bahasa, dan budaya bangsa lainnya sehingga tercipta saling pengertian dan penghargaan terhadap perbedaan,” kata Riesta.
Dalam menjaga keberagaman di ruang digital, Riesta menyarankan beberapa tips, antara lain:
- Menjaga tindakan diskriminatif dan menghindari ujaran kebencian.
- Menghindari penyebaran hoaks serta bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.
- Mematuhi etika dan menjaga toleransi di ruang digital.
- Membuat dan memperkaya konten positif yang terkait dengan kebudayaan serta berinteraksi secara baik dan etis.
- Memahami ruang digital dan menguasai empat pilar digital, yaitu cakap bermedia digital, budaya bermedia digital, aman bermedia digital, dan etika bermedia digital.
Sebagai Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi di Stikosa-AWS, Riesta juga mengingatkan bahwa dengan menjaga semangat keberagaman di dunia digital, akan tercipta ekosistem yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua penggunanya. (hdl)


as a preferred source on Google



