Surabaya (beritajatim.id) – Universitas Airlangga (Unair) terus berkomitmen memastikan tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena masalah biaya. Pada Wisuda Periode 242, Unair resmi mewisuda 160 penerima beasiswa, menunjukkan dukungan penuh kepada para mahasiswa berprestasi dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.
Wisuda yang berlangsung pada Sabtu (15/6/2024) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C Unair, mencakup penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K), beasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADik), dan bidikmisi.
Salah satu penerima beasiswa KIP K, Asrul Rochim, berbagi kisah inspiratifnya. Berasal dari keluarga tidak mampu, Asrul berhasil menyelesaikan studi di Unair meskipun harus menghadapi berbagai tantangan. “Ayah saya tukang tambal ban dan ibu saya ibu rumah tangga yang saat itu sedang sakit. Kini, keduanya telah meninggal dunia,” ungkap Asrul.
Asrul diterima di Unair melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) pada 2020 dan sejak awal sudah mengajukan beasiswa KIP K untuk membantu perekonomian keluarganya. “Penghasilan ayah hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, berkat beasiswa ini, saya bisa melanjutkan kuliah tanpa membebani keluarga,” tuturnya.
Asrul, yang merupakan sarjana pertama di keluarganya, merasa sangat bahagia dan bangga meskipun orang tuanya sudah tiada. “Beasiswa ini sangat membantu saya, tidak hanya untuk UKT tetapi juga biaya transportasi, makan, dan kebutuhan kuliah lainnya,” jelas wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu.
Tak lupa, Asrul mengucapkan terima kasih kepada kakaknya yang selalu mendukungnya. Ia berharap semua wisudawan Unair dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Terima kasih kepada kakak-kakak yang selalu mendampingi saya. Terima kasih Unair, semoga semakin jaya dan ilmu yang kami miliki bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, pada kesempatan tersebut mengumumkan bahwa para penerima beasiswa berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang magister di Unair. “Kami menyediakan beasiswa bagi lulusan Unair yang berasal dari keluarga kurang mampu, dengan indikator memiliki KIP Kuliah, menjadi sarjana pertama di keluarga, dan memiliki IPK yang cukup,” terang Prof Nasih.
Dengan adanya kesempatan ini, Prof Nasih berharap Unair dapat terus memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. “Semoga Unair bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” pungkasnya. (adi)


as a preferred source on Google



