Tangerang (beritajatim.id) – Indonesia menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik pada 2023 yang belum terkelola dengan baik, menurut Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Menanggapi hal ini, Sinar Mas Land meluncurkan kembali program Plastic to Food dan Plastic to Book dari Juli hingga September 2024 di Kampung Cicayur, Kabupaten Tangerang, serta di beberapa sekolah di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
Program ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sinar Mas Land, yang bertujuan untuk mencegah sampah plastik mencemari lingkungan dengan mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah.
Plastic to Food memungkinkan masyarakat menukarkan sampah plastik dengan bahan pangan seperti beras dan minyak goreng, sementara Plastic to Book mendorong siswa-siswi untuk menukarkan sampah plastik dengan buku bacaan.
Dony Martadisata, Managing Director President Office Sinar Mas Land, menyatakan, “Program ini mendukung konsep Reuse, Reduce, dan Recycle. Sampah plastik yang terkumpul akan diolah menjadi solar dan bijih plastik untuk aspal di BSD City. Kami berharap langkah ini memberikan dampak positif bagi lingkungan.”
Dalam skema penukaran, 3-4 kg plastik bisa ditukar dengan 1 kg beras atau 1 liter minyak goreng, sementara 2-3 kg plastik bisa ditukar dengan satu buku. Sejak dimulai, Plastic to Food telah mengumpulkan 4.856 kg plastik yang dikonversi menjadi 3.051 kg beras dan 263 liter minyak goreng untuk 2.760 warga, dan Plastic to Book mengumpulkan 510 kg plastik yang ditukar dengan 196 buku untuk 1.178 siswa-siswi.
Program ini telah meraih berbagai penghargaan, termasuk CSR Excellence Awards 2024 dan MIX MarComm PR of The Year 2022, sebagai bukti komitmen Sinar Mas Land dalam mendukung ekonomi sirkular yang berkelanjutan. (hdl)







