Jakarta (beritajatim.id) – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengadakan Rapat Pleno untuk membahas capaian ekonomi syariah, yang dipimpin oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin.
Pertemuan ini menegaskan peran ekonomi syariah sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut data Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah (KEKSI) dari Bank Indonesia, kontribusi aktivitas usaha syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan kedua 2023 mencapai Rp 9.826,8 triliun atau 46,71 persen.
Di sektor UMKM, pembiayaan syariah telah mencapai Rp 161,03 triliun, mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pertumbuhan sektor Halal Value Chain (HVC) juga mendorong ekonomi syariah, dengan peningkatan 3,93 persen pada 2023.
Sektor-sektor unggulan seperti makanan halal, pariwisata ramah muslim, dan fesyen muslim menyumbang hampir 23 persen dari total ekonomi nasional.
Di tingkat global, Indonesia naik ke peringkat ketiga dalam Global Islamic Economic Indicator (GIEI) berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy 2023, menandai lompatan signifikan dari peringkat kesepuluh pada 2018.
Selain itu, Indonesia memimpin pasar halal global dengan 15 perusahaan produk halal di sektor makanan, obat-obatan, dan kosmetik. (hdl)


as a preferred source on Google




