Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan sejumlah program prioritas yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perindustrian.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada program cepat (quick wins) untuk sektor industri.
“Kami sudah mengadakan rapat terbatas bersama kementerian lain di bawah koordinasi Menko Perekonomian untuk membahas program prioritas di sektor industri. Nantinya akan dibentuk gugus tugas untuk mempercepat implementasi,” ujar Menperin Agus di Jakarta, Minggu (3/11).
Salah satu program utama adalah pemindahan pelabuhan impor untuk beberapa komoditas ke wilayah Indonesia Timur. Langkah ini bertujuan untuk melindungi industri manufaktur dalam negeri dari serbuan barang impor murah dan meningkatkan kapasitas logistik nasional.
Beberapa komoditas yang termasuk dalam program ini adalah elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, alas kaki, kosmetik, keramik, katup, dan obat tradisional. Pelabuhan-pelabuhan di Sorong, Bitung, dan Kupang diusulkan menjadi titik masuk utama barang-barang ini.
Selain itu, Kementerian Perindustrian juga mendorong percepatan pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gas Bumi untuk Kebutuhan Dalam Negeri. Regulasi ini diharapkan dapat menyediakan pasokan gas dengan harga terjangkau bagi sektor manufaktur dan energi, yang mencakup kebutuhan listrik.
“Dengan adanya RPP ini, kami berharap dapat mendukung industri manufaktur lebih kuat lagi sebagai pilar ekonomi nasional. RPP ini juga memperluas penerapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang saat ini hanya berlaku di tujuh subsektor industri,” terang Menperin.
Program Kredit Revitalisasi Industri Padat Karya juga diluncurkan sebagai salah satu quick win untuk mendorong penciptaan lapangan kerja melalui pembiayaan perbankan bagi sektor industri padat karya. Kredit ini bertujuan meningkatkan produktivitas melalui pembaruan mesin dan penerapan teknologi terkini.
Dalam rakortas yang digelar, Menperin juga memaparkan fokus lain yang meliputi pengembangan standar industri, implementasi industri hijau, penguatan jasa industri, dan program penyiapan SDM industri.
Selain itu, Kemenperin berkomitmen untuk mengembangkan sektor industri binaan seperti industri agro, logam, mesin, alat transportasi, elektronika (ILMATE), industri kimia, farmasi, tekstil (IKFT), serta industri kecil dan menengah (IKM).
Kemenperin juga menjalankan program ketahanan industri, pengembangan perwilayahan, dan akses industri internasional (KPAII). (hdl)


as a preferred source on Google




