Batam (beritajatim.id) – Batam Aero Technic (BAT), perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di bawah naungan Lion Group, terus memperkuat posisinya sebagai pusat MRO terkemuka di Asia Tenggara dengan mengembangkan fasilitas shop untuk perawatan komponen pesawat.
Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional maskapai penerbangan, sekaligus mendukung kemandirian industri penerbangan nasional.
BAT kini memiliki berbagai shop spesifik untuk menangani komponen pesawat secara mendetail:
- APU Shop: Merawat dan memperbaiki Auxiliary Power Unit, komponen vital penyedia daya listrik dan udara bertekanan saat pesawat di darat.
- Landing Gear Shop: Memastikan keamanan pendaratan melalui perawatan sistem roda pesawat.
- Cabin Furnishing Shop (CFS): Mengelola perbaikan interior pesawat, seperti kursi dan panel kabin, untuk kenyamanan penumpang.
- Avionics Shop: Fokus pada perangkat elektronik pesawat, seperti sistem navigasi dan komunikasi.
- Composite Shop: Menangani perbaikan material komposit ringan yang memperkuat struktur pesawat.
- Propeller Shop: Menginspeksi dan memperbaiki baling-baling pesawat turboprop, bekerja sama dengan MRO propeller di Amerika Serikat untuk sertifikasi FAA.
- Emergency Equipment Shop: Memeriksa peralatan keselamatan seperti pelampung, masker oksigen, dan seluncuran darurat.
- Wheel and Brake Shop: Memastikan roda dan sistem rem pesawat berfungsi optimal.
- Non-Destructive Test (NDT) Shop: Menggunakan teknik pengujian tanpa merusak komponen pesawat untuk mendeteksi cacat tersembunyi.
- Heat Exchanger Shop: Merawat sistem penukar panas pesawat untuk pendinginan kabin dan kontrol suhu.
Maskapai penerbangan seperti Lion Air kini dapat memanfaatkan shop APU di BAT untuk perawatan langsung di Indonesia, mengurangi downtime pesawat. Perawatan interior di Cabin Furnishing Shop juga memungkinkan maskapai memperbarui kabin dengan cepat, memastikan pesawat siap melayani rute padat.
“Pengembangan fasilitas ini mengurangi ketergantungan pada layanan luar negeri, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi penerbangan,” ujar perwakilan BAT.
BAT turut menciptakan lapangan kerja baru di Batam, khususnya di bidang teknis, serta memberikan pelatihan kepada tenaga kerja lokal untuk meningkatkan keterampilan di sektor penerbangan. Fasilitas ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional, menjadikan Batam sebagai hub MRO di Asia Tenggara.
BAT tidak hanya melayani maskapai domestik tetapi juga internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri MRO global. Dengan fasilitas canggih dan tenaga kerja terlatih, BAT mendukung upaya pemerintah membangun kemandirian industri penerbangan. (ted)







